by

Pengawasan di Kecamatan Sirimau, Ini Keluhan Warga ke DPRD

-Parlemen-288 views

AMBON,MRNews.com,- Kecamatan Sirimau menjadi sasaran pengawasan kecamatan yang dilakukan pimpinan dan anggota DPRD kota Ambon khususnya yang berasal dari daerah pemilihan (Dapil) Sirimau I dan II, Kamis (5/12/19). Sejumlah aspirasi, masukan dan keluhan warga melalui lurah, RT/RW, kepala desa, petugas posyandu pun disampaikan kepada para wakilnya untuk diperhatikan. Pengawasan kecamatan akan dilakukan sampai Sabtu (7/12/19).

Wakil ketua DPRD kota Ambon Rustam Latupono katakan, sesuai percakapan bersama warga saat pengawasan, beberapa aspek yang disuarakan warga antara lain tentang infrastruktur. Dimana ada permintaan penambahan saluran air, jalan setapak, talud di wilayah-wilayah tertentu.

Kemudian masalah persampahan, berkaitan tempat-tempat pembuangan sampah (TPS) di wilayah Waihoka, Batu merah. Karena ada TPS tapi mobil angkut sampah tidak sampai di wilayah itu bahkan ada yang membongkar TPS.

“Ini khan informasi yang baik kepada DPRD untuk kedepan akan kita bicarakan dengan dinas teknis agar hal-hal seperti ini harus ditindaklanjuti. Kebetulan dalam pengawasan kecamatan yang terpusat di Puskesmas Waihoka, ada camat, lurah, kepala desa, petugas posyandu juga beberapa RT/RW,” tukas Latupono kepada awak media di Baileo Rakyat DPRD usai melakukan pengawasan.

Tak hanya itu, diakui politisi Gerindra, ada juga persoalan kesehatan. Dimana beberapa Puskesmas meminta statusnya dinaikkan serta mengharapkan fasilitasnya diperbaiki dan ditambah untuk menunjang pelayanan kesehatan di wilayahnya.

Persoalan lain terkait air bersih. Warga minta agar jaringan-jaringan pipanisasi di lokasi-lokasi tertentu diadakan. Lalu terkait persoalan tanah, kepemilikan status tanah. Dimana hampir di semua lokasi status tanah tidak jelas.

“Itu hal-hal umum yang disampaikan warga kepada DPRD. Kebetulan Aleg di kecamatan Sirimau cukup banyak 16 orang, karena ada Sirimau I dan II yang digabung dari 8 orang tiap Dapil. Dengan komposisi yang menyebar di komisi I-III, beta sungguh yakin persoalan atau kepentingan masyarakat di kecamatan Sirimau itu akan di follow-up teman-teman di dapil Sirimau,” jelas legislator tiga periode asal dapil Sirimau II.

Hal lain yang turut dikeluhkan warga diakui Latupono tentang kantor kelurahan Ahusen yang selalu dalam setiap Musrenbang diusulkan perbaikan atau renovasi tapi tidak ditindaklanjuti. “Soal ini kita akan serius karena hampir semua kantor kelurahan di kota Ambon sudah representatif. Ahusen jadi konsen teman-teman di dapil Sirimau,” singkatnya.

Meski banyak masukan dan aspirasi warga bagi DPRD, tapi menurutnya, nanti akan dipilah-pilah mana yang menjadi kebutuhan prioritas dan mendasar di masyarakat untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan DPRD. Karena dengan postur APBD yang minim, tidak semua kebutuhan masyarakat bisa terakomodir, tapi bertahap. Sebab ada skala-skala prioritas yang pasti akan didorong seperti pelayanan kesehatan, air bersih dan sampah.

“Kesehatan sebagai hak dasar yang harus pemerintah siapkan. Sebab aturan keuangan yang ditetapkan harusnya 10 persen dari APBD tapi saat ini belum disikapi. Padahal masukan itu kebutuhan mendasar bukan keinginan masyarakat. Maka tidak ada pilihan lain harus didorong agar direalisasikan. Juga air bersih. Jalan rusak tidak masalah tapi air bersih tidak ada orang bisa meninggal dan soal persampahan. Semua itu jadi konsen teman-teman komisi I dan III terutama asal Dapil Sirimau,” kuncinya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed