by

Penerapan Kembali Jam Operasional Ditentukan Evaluasi Satgas

AMBON,MRNews.com,- Penerapan kembali pembatasan jam operasional kepada usaha kecil, toko modern, cafe, restoran dan sejenisnya pasca Idul Fitri akan ditentukan oleh evaluasi yang dilakukan satuan tugas (Satgas) penanganan COVID-19 Kota Ambon Sabtu ini.

Juru bicara (Jubir) Satgas Joy Adriaansz katakan, karena masih dalam suasana perayaan Idul Fitri, sehingga menjadi pertimbangan Satgas untuk jam operasional bagi usaha kecil, toko modern dan sejenisnya saat ini bisa tetap dijalankan sesuai kebijakan saat bulan suci Ramadhan.

“Nantinya hari Sabtu, Satgas akan lakukan evaluasi dan kita akan mempertimbangkan. Apakah waktu operasional saat ini masih akan tetap dipertahankan atau kita kembali ke pembatasan sebagaimana sebelum bulan Ramadhan,” tandas Joy kepada media ini di Balaikota Ambon, Rabu (19/5).

Diketahui, sebelum Ramadhan, jam operasional bagi toko modern, tradisional, pasar, SPBU, cafe, restoran, berakhir pukul 20.00 WIT. Sementara untuk kuliner malam, sedari jam 5 sore dan sudah harus tutup jam 23.00 WIT.

Namun selama bulan Ramadhan, jam operasional dilonggarkan pemerintah untuk menghargai umat Muslim yang berbuka puasa namun tetap menjaga protokol kesehatan (Prokes).

Kelonggaran yang ada saat ini menurut Joy, bukan berarti bebas dan tidak menjalankan Prokes. Sebab kota Ambon masih tetap dalam suasana PSBB transisi sehingga diharapkan masyarakat benar-benar bisa menerapkan Prokes dalam situasi new normal.

“Jangan sampai ketika zonasi kita sudah membaik lalu masyarakat merasa tidak perlu lagi menerapkan prokes, jangan. Tidak boleh diabaikan. Memakai masker, menjaga jarak, cuci tangan, menjauhi kerumunan sudah jadi budaya kita sekarang,” tandasnya.

Dengan zonasi saat ini juga kata dia, menjadi pertimbangan jam operasional diterapkan. Dimana kota Ambon sudah berada dizona resiko rendah atau kuning dengan skoring 2,50 dan itu pertanda baik bagi aktifitas ekonomi dan pelayanan publik bisa berjalan maksimal.

Namun tetap memperhatikan Pandemi COVID-19 dalam upaya-upaya pencegahan yang dilakukan. Karena itu Satgas tidak akan pernah lengah dan tetap melakukan pengetatan pada beberapa titik ruas jalan dengan melakukan operasi Yustisi.

“Itu akan tetap kita galakkan. Sebagai wujud dari tanggungjawab kita untuk mengingatkan masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan yaitu 4M,” beber Joy yang juga Kadis Kominfo-Sandi Kota Ambon.

Apalagi proses pentahapan vaksinasi juga harus terus berjalan. Dengan target 75 persen masyarakat kota Ambon yang wajib divaksin sudah menerima vaksinasi tahap kedua, baru dikatakan aman dari penularan COVID-19.

“Saat ini sementara dilakukan vaksin lanjutan bagi masyarakat prioritas tahap kedua baik ASN, PKH, RT/RW, kader posyandu, Guru. Kita berharap masyarakat yang jadi bagian pelayanan publik segera sudah divaksin. Agar juga masyarakat umum. Maka otomatis target kita 75 persen bisa terpenuhi dan bisa berada dalam situasi normal,” kuncinya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed