by

Pemudik Nataru Bersama JR Maluku ke Namrole & Leksula Membludak

-Maluku-443 views

AMBON,MRNews.com,- Pemudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang ikut program mudik bareng Jasa Raharja (JR) Cabang Maluku di hari pertama tujuan Namrole dan Leksula, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) membludak. Sebab dari kuota yang disediakan dan diberangkatkan sebanyak 336 orang pemudik ke dua Desa tersebut, ternyata mencapai 400 lebih. Meski memang tidak jadi masalah berarti karena kapasitas kapal cukup. Mereka berlayar dengan KM Intim Teratai, Kamis (19/12/19) malam.

Namun faktanya ada pemudik yang tidak mendapatkan tiket gratis dan terpaksa harus merogoh koceknya untuk membeli tiket reguler karena gratis ludes terjual. Selain karena kuota gratis di loket habis, tapi informasi proses pendaftaran mudik bareng via sms yang telat sampai ke telinga masyarakat pun jadi musababnya.

Pemudik pun berharap, kedepan hal-hal itu bisa dievaluasi Jasa Raharja agar pelayanan bagi masyarakat lewat mudik bareng dengan moda transportasi apapun berjalan aman, lancar tanpa masalah.

“Ada yang memang gratis, tapi katong seng (tidak) dapat, bayar 170 ribu. Tujuan ke Namrole. Memang tahu info ada mudik gratis. Tapi sampai di loket katanya seng ada lagi, su habis gratis,” ujar ibu Solissa, warga Namrole kepada media sebelum berangkat.

Sebaliknya, Ulis Mapuasate warga Leksula yang ikut mudik bareng berterima kasih kepada pemerintah lewat Jasa Raharja yang memperhatikan masyarakat khususnya umat Nasrani agar bisa merayakan Natal bersama keluarga di kampung.

“Dirasakan sangat bahagia dan bermanfaat mudik gratis. Karena bukan saja dapat tiket gratis tapi juga dapat kaos gratis. Cuma kita bayar 5 ribu sebagai asuransi. Lain sisanya tidak ditagih. Semoga pelayanan kedepan makin ditingkatkan dan maju,” ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur Operasional PT Jasa Raharja (Persero) Amos Sampetoding mengaku, 2 ribuan orang di Indonesia diberangkatkan Jasa Raharja dengan dua moda transportasi yaitu bus dan kapal laut, salah satunya di Ambon dua kali kloter dengan kapal laut tujuan Namrole dan Leksula 336 orang serta Saparua hari kedua 308 orang. Maksudnya, Jasa Raharja ingin membantu masyarakat yang sulit mudik difasilitasi untuk rayakan Natal dan Tahun Baru. Serta menyadarkan masyarakat terkait kecelakaan mudik pribadi.

“Ini juga bentuk sosialisasi apa itu Jasa Raharja dan bangun kesadaran kalau naik angkutan umum agar mempersiapkan diri dengan baik. Bagi yang tidak dapat tiket, memang kami tidak dapat penuhi semua keinginan masyarakat karena kapasitas kapal terbatas 4 ratus. Tidak bisa dipaksakan. Jadi sesuai kapasitas, itu kita akui. Nanti berikut lah. Apresiasi karena antusias masyarakat ikut mudik gratis di Ambon cukup tinggi, mudah-mudahan tahun depan bisa ditambah lagi,” bebernya di pelabuhan Slamet Riyadi.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Frans Papilaya mewakili Gubernur Maluku Murad Ismail berpesan kepada seluruh pemangku kepentingan agar dapat melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh moda transportasi baik darat, laut maupun udara sehingga dapat menjamin keslamatan transportasi.

Disamping itu, para petugas juga diharapkan secara intensif memberikan sosialisasi serta informasi yang memadai kepada masyarakat sehingga masyarakat benar-benar terbantu, bahkan bertindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku bila terdapat pelanggaran terhadap pelayanan transportasi.

“Masyarakat yang hendak mudik Natal dan Tahun Baru, saya berpesan agar dapat menjaga diri dengan baik dan mendengarkan arahan petugas pada posko yang telah disediakan. Jika terdapat permasalahan yang dilakukan oleh operator transportasi, agar dapat melaporkan kepada pihak yang berwenang sehingga dapat diselesaikan,” pesan Papilaya sebelum melepas keberangkatan pemudik gratis tujuan Namrole dan Leksula. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed