by

Pemuda Latu Demo Camat, Tuntut Rastra Dibagikan

AMBON,MRNews.com,- Lantaran beras sejahtera (Rastra) kepada masyarakat belum juga diserahkan atau dibagikan oleh pemerintah negeri Latu, kecamatan Amalatu Kabupaten SBB, membuat

puluhan pemuda yang mengatasnamakan diri sebagai pemuda peduli Negeri Latu melakukan aksi demo, di depan kantor kecamatan Amalatu akhir pekan kemarin.

Lewat release yang diterima media ini, Senin (14/5/2018), Koordinator demo Fauzan Ely mengaku, Rastra yang merupakan program kerjasama Dinas Sosial Provinsi Maluku dan perusahan Bulog itu, sampai saat ini masih belum diserahkan kepada pemerintah negeri. Padahal beras sudah ada di kantor kecamatan. Adapun semua desa sudah dibagikan tetapi tanpa alasan Rastra milik desa Latu masih ditahan. Padahal beras adalah hak rakyat yang diberikan tanpa ada jual beli seperti beras raskin.

Dia mengaku, saat melakukan aksi demo tersebut, pihaknya langsung diberikan kesempatan melakukan audiens dengan pimpinan kecamatan Amalatu yakni Adaweya Wakanno guna menjelaskan alasan penahanan atas Rastra milik warga Desa Latu.

“Saat audiens, beliau sampaikan pihaknya tidak akan menyerahkan Rastra sebelum pemerintah negeri membayar hutang sebesar Rp 23 juta.

Dimana itu merupakan hasil penjualan raskin yang dilakukan pemerintah negeri Latu namun hingga kini belum juga dilunasi kepada pihak kecamatan Amalatu.

Ini kan beras yang akan didapatkan masyarakat tanpa ada proses jual beli, mengapa harus menahan dengan alasan hutang tersebut. Ini ada apa,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya kata Fauzan berharap, agar pihak Dinas Sosial kabupaten SBB bisa melihat dan mengawal terus proses penyerahan beras tersebut. Sebab, urusan mengenai Rastra tidak ada sangkut-pautnya dengan masalah Raskin.

Karena itu, bila Camat Amalatu tidak juga memberikan Rastra kepada masyarakat Latu, pihaknya juga mengancam akan kembali dan melakukan aksi besar -besaran.

“Sebagai pemudi peduli negeri Latu, kami menganggap sudah terjadi permainan kotor tentang proses penyerahan Rastra secara cuma-cuma kepada masyarakat antara pihak kecamatan dan pemerintah negeri. Kami berharap Dinsos SBB bisa menyelesaikan masalah tersebut secepatnya.

Kalau tidak selesai dan Rastra tidak kunjung diserahkan, maka kami akan melakukan aksi besar-besaran dalam memperjuangkan apa yang menjadi hak rakyat negeri Latu,” tegasnya. (MR-05)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed