Pemkot Terima Bantuan Dari Indomaret & PT Aqua Golden

AMBON,MRNews.com,- Pemerintah kota (Pemkot) Ambon telah menerima bantuan dari Indomaret berupa ratusan paket Mie Instan dan PT Aqua Golden berupa ratusan paket aqua gelas. Selain dari kedua perusahaan swasta itu, pemerintah juga dapat bantuan dari PT Bank Maluku-Malut lewat program peduli bencana alam.

Sekretaris kota Ambon A.G.Latuheru katakan, nantinya bantuan itu akan diteruskan kepada warga kota yang terkena bencana alam Gempabumi yang berada di tempat pengungsian. Dimana jumlah pengungsi di Ambon yang terkenda dampak langsung bencana alam kurang lebih mencapai 350 KK sementara jumlah jiwa masih diverifikasi. Sebagian besar mengungsi karena takut tidur malam di rumahnya, rata-rata tinggalnya di pesisir pantai.

“Walau Pa Wawali, saya, BPBD, dinas sosial, BMKG, dan stakeholder lain sudah turun sosialisasi ke tempat penampungan agar mereka segera kembali ke rumah masing-masing. Para pengungsi ada di kawasan Gunung Nona, Lapangan Bola Hatukau Galunggung, Hative Kecil, Halong Atas, Lateri Atas, Nania Atas, Hunuth Atas, Passo Lembah Agro, Terminal transit, IPST, Benteng karang. Sementara di kecamatan Leitisel rata-rata mengungsi diatas negeri bagian tertinggi,” papar Latuheru kepada awak media di lantai II Balaikota, Sabtu (28/9/19).

Untuk kota Ambon, dijelaskan Latuheru, akibat gempa 9 orang meninggal dunia, 173 unit rumah rusak ringan, rusak sedang 127 unit dan rusak berat 74 unit. Sementara korban dirawat di rumah sakit ada 20 orang. Adapun rumah rusak berat terbanyak di kecamatan Teluk Ambon dan Baguala, Sirimau dan Nusaniwe minim sedangkan Leitisel kecil sekali. “Data ini yang kita terima dari Kades, Raja dan Lurah. Data ini nanti akan diverifikasi lagi pada Senin mendatang oleh posko bencana alam dan didampingi staf BPBD, PUPR, PRKP dan Bappeda,” paparnya.

Mengenai keluhan warga pengungsi tentang kekurangan tenda dan makanan siap saji di pengungsian, Latuheru mengaku pihaknya akan memilah. Sebab disebut pengungsi dalah mereka yag terkena dampak langsung bencana, tidak bisa tinggal lagi di rumah karena sudah rusak atau retak. Namun sebagian besar mengungsi karena takut tinggal di rumahnya yang berada di pesisir atau dataran rendah, siang aktivitas di rumah dan malam cari ungsian.

“Makan siap saji diperuntukan bagi pengungsi yang terkenda dampak langsung pengungsi, bukan mengungsi. Itu pola yang dilakukan. Soal tenda, kita dibantu oleh BPBD dan juga TNI tapi kita bantu juga tenda gulung. Bagi yang membutuhkan akan diberikan dengan membawa identitas, dibantu sesuai kebutuhan KK dan jumlah jiwa,” demikian Latuheru.

Sementara Kasubdit Penempatan Pengungsi BNPB RI Djoko mengaku diperbantukan BNPB guna mendampingi Pemkot Ambon baik secara managerial untuk ke-Posko-an juga nanti dalam pengelolaan dana bantuan. Namun dalam pelaksanaan, dikedepankan dalam hal ini pemerintah daerah yang sudah membentuk satuan komando tangap darurat. “Kita berikan advice. Disitu kami memberikan pendampingan. Tak hanya sebatas personil saja. Penugasan pendampingan selama 7 hari bergilir guna memberi masukan atau tidak bagi satuan komando yang dipimpin pa Sekkot,” papar Djoko. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *