Pemkot & Stakeholder Bentuk Tim Penanganan Lokalisasi Tanjung

AMBON,MRNews.com,- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Ambon, pihak Keuskupan Amboina, Klasis GPM Kota Ambon, Kejaksaan Negeri Ambon, Pejabat Negeri Batumerah, tokoh masyarakat, Kodim 1504/Ambon, Polres Ambon serta OPD Pemkot terkait sepakat membentuk tim yang nantinya melakukan penanganan dari awal sampai akhir terhadap lokalisasi prostitusi tanjung Batumerah, Kecamatan Sirimau. Kesepakatan diambil dalam rapat koordinasi tentang rencana penutupan lokalisasi tersebut di ruang rapat Sekretaris Kota, Kamis (11/7/19).

Sekretaris Kota Ambon, A.G.Latuheru menyatakan, pertemuan dimaksudkan untuk persiapan pembentukan satu tim, dengan maksud supaya nanti berikutnya tim ini yang nanti melakukan penanganan dari awal sampai akhir terhadap lokalisasi tanjung Batumerah.

“Dimana tim akan menangani dari persiapan-persiapan untuk menonaktifkan kegiatan-kegiatan yang terkait dengan protitusi. Tim ini namanya untuk menonaktifkan kegiatan-kegiatan terkait dengan protitusi, tapi kalau restorannya berjalan seperti biasa. Hanya protitusi yang kita nonaktifkan. Pada intinya seluruh yang terlibat dalam pertemuan koordinatif itu setuju kalau memang praktek-praktek protitusi selama ini yang terjadi disitu dihentikan atau dinonaktifkan. Senin mereka akan mengajukan nama-nama yang terlibat dalam tim,” ujar Sekkot kepada awak media via seluler. 

Setelah nama-nama masuk, dirinya berharap SKnya akan diterbitkan Walikota Ambon dan membicarakan tugas tim secara umum. Sebab tim yang terlibat itu saja yang bekerja, tidak lagi rapat mewakili dan berulang ke belakang. Karena implementasi nonaktif dan pasca nonaktif para pekerja nanti dikemanakan dan itu sudah dibicarakan, tim mengkaji lebih jauh sebab pasti dengan penghentian ini ada dampak ekonomi dan sosial kemasyarakatan. Agar semua masalah-masalah yang akan muncul pasca itu bisa dielemenir.

“Target ini akan kita bicara soal catatan atas kertas mudah-mudahan tidak ada hambatan lain. Soal jadwalnya kapan, nanti pra itu sampai kapan selesai, pelaksanaan intinya kapan. Tapi kita akan bicarakan sesudahnya bagaimana penanganan, juga dampaknya. Tugas tiap orang dalam tim, siapa mengerjakan apa, mulai dari pra pelaksanaan dan pasca nonaktif, sebab kita musti lihat akibat sesudah penutupan paling penting. Tim juga akan menata berapa rumah, usaha disitu, berapa banyak orang. Itu yang kita akan terus dilihat. Senin nama-nama masuk lalu bekerja terus,” ujar Sekkot.

Disdukcapil juga tambahnya sudah melaporkan, Dinkes dan Dinas Sosial sudah menginformasikan berapa banyak mereka (warga dan PSK) disitu, kemudian dari jumlah sebanyak itu berapa banyak ber-KTP Ambon dan tidak ber-KTP, berapa yang tinggal di Wisama disitu dan diluar tapi kemudian malamnya mereka datang ke lokalisasi. “Itu datanya sudah lengkap,” papar Latuheru.

Sementara, Sekretaris MUI Kota Ambon, Abdul Manan Latuconsina mengatakan, MUI mengapresiasi kebijakan yang dilakukan Pemkot terhadap rencana penutupan tanjung Batumerah atau istilahnya nonaktifkan. Namun menariknya, tak saja penutupan tapi terkait kehidupan masyarakat yang sudah terlanjur membangun ekonomi di sekitaran lokalisasi itu juga turut dipikirkan. Karenanya akan dibentuk tim khusus yang menangai proses penutupan dan sebagainya, sehingga dampaknya bisa diminimalisir, melibatkan semua unsur masyarakat termaksud pemuda.

Hal itu tentu jadi catatan penting. Apalagi ternyata kata dia, setelah dievaluasi ada PSK yang tak ber-KTP Ambon dan lainnya. Ini memudahkan proses penutupan.

“Kami harap, lebih cepat lebih baik penutupan. Dari sisi perizinan, pak Sekkot sampaikan ada izin lokalisasi dan karoke. Itu nanti dievaluasi beberapa karaoke, ini mungkin langkah awal dilakukan. Supaya tidak ada lagi namanya perpanjang izin. Yang sudah selesai langsung dicabut. Apa yang MUI lakukan, karena kita cinta dan sayang masyarakat Ambon, terutama di seputaran lokalisasi tanjung. Kita ingin selamatkan mereka, mereka saudara kita yang harus diperhatikan khusus. Niatnya, kasih membangun yang universal,” tukasnya. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *