Pemkot Serahkan KUA & PPAS ke DPRD, Besok Mulai Dibahas

AMBON,MRNews.com,- Pemerintah kota (Pemkot) Ambon lewat wakil walikota Syarif Hadler menyerahkan nota rancangan kebijakan umum anggaran (KUA) dan prioritas plafon anggaran sementara (PPAS) perubahan APBD kota Ambon tahun anggaran 2019 serta rancangan KUA dan PPAS APBD kota Ambon tahun anggaran 2020 kepada DPRD kota Ambon dalam rapat paripurna keempat masa sidang II tahun sidang 2019 di ruang sidang paripurna, Rabu (7/8/19).

Nota KUA dan PPAS itu diterima wakil ketua DPRD, Rustam Latupono didampingi wakil ketua DPRD lainnya Ely Toisuta. DPRD pun mengagendakan pembahasannya besok, Kamis (8/8/19) antara Banggar bersama tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) dan organisasi perangkat daerah (OPD).

“Karena sudah diserahkan oleh Pemkot, maka besok kita khususnya badan anggaran (Banggar) sudah bisa melakukan pembahasan dengan TAPD dan OPD. Kita harapkan ada kerjasamanya dalam proses pembahasan KUA dan PPAS. Sehingga dalam tenggat waktu yang ditentukan pada akhirnya nanti bisa ditetapkan pada masa sidang ini,” ujar Latupono sebelum menutup rapat paripurna.

Sebelumnya, wakil walikota Ambon Syarif Hadler saat penyerahan mengatakan, pasca nantinya KUA dan PPAS disepakati bersama maka selanjutnya hasil ini menjadi pedoman bagi perangkat daerah dalam menyusun rencana kerja dan anggaran (RKA) organisasi perangkat daerah (OPD).

Apalagi, sebutnya program dan kegiatan pembangunan daerah kota Ambon tahun 2020 baik perencanaan dan penganggaran termasuk didalamnya KUA dan PPAS 2020, bergerak untuk mewujudkan visi dan misi, serta kebijakan dan empat prioritas pembangunan kota Ambon tahun 2020. Yaitu pencapaian standar pelayanan minimal pelayanan dasar masyarakat, peningkatan kesejahteraan masyarakat termasuk pengentasan kemiskinan, pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan serta perwujudan Ambon sebagai kota wisata dan kreatif.

“Pendapatan daerah kota Ambon dalam rancangan perubahan APBD 2019 ditargetkan Rp 1.281 triliun lebih atau bertambah Rp 23 miliar lebih. Terdiri dari PAD Rp 182 miliar lebih, penerimaan dana perimbangan Rp 898 juta lebih, serta lain-lain pendapatan yang sah Rp 200 miliar lebih. Secara umum target pendapatan daerah pada perubahan APBD 2019 alami peningkatan 1,86 persen dari target pendapatan daerah dalam APBD 2019,” tukas Hadler.

“Sementara sisi belanja daerah kota Ambon dirancang Rp 1,281 triliun lebih, alami pengurangan Rp 2,133 miliar lebih atau 0,16 persen. Dibiayai untuk belanja tidak langsung Rp 624 miliar lebih dan belanja langsung Rp 672 miliar lebih; pembiayaan daerah dianggarkan Rp 15 miliar lebih, berkurang Rp 25 miliar lebih atau 62,06 persen karena tidak tercapainya target penerimaan sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya yang dirancang Rp 43 miliar lebih, dimana realisasi hanya Rp 18 miliar lebih atau berkurang 58,56 persen,” sambungnya.

Dirinya pun berharap, dalam pembahasan dokumen-dokumen ini tidak berlarut-larut, mengingat masih banyaknya agenda-agenda pemerintahan kedepan. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *