by

Pemkot Putuskan Usul PSBB Diperpanjang

-Kota Ambon-256 views

AMBON,MRNews.com,- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memutuskan mengusulkan ke pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi (Pemprov) Maluku agar pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dilanjutkan dua pekan lagi usai PSBB tahap pertama selesai 5 Juli 2020.

Usai pertemuan marathon dua hari, Walikota Ambon Richard Louhenapessy katakan, Pemkot sudah mengadakan rapat koordinasi dengan pihak terkait diantaranya Gugus Tugas (Gustu) COVID-19 provinsi, TNI/Polri, BNPB, akademisi yang berkompeten.

“Kesimpulannya, walau dari hasil terakhir laporan kajian, kita sudah sangat mendekati zona orange tapi karena secara nasional kota Ambon masih masuk dalam zona merah dari 53 kabupaten/kota sehingga kita menyesuaikan dengan penetapan zona yang ada itu,” kata Walikota di Aula Makorem 151/Binaiya, Jumat (3/7).

Karenanya pada 5 Juli, Pemkot akan menyurat ke provinsi untuk diperpanjang pelaksanaan PSBB lagi. “2×14 hari idealnya. Tapi jika 5 Juli itu kita bisa menekan sampai masuk zona orange bisa saja itu jadi pertimbangan ke provinsi untuk kita lihat,” terangnya.

“Tapi untuk sementara ini keputusannya kita akan tetap memperpanjang sesuai rekomendasi para ahli medis untuk mengantisipasi kemungkinan yang terjadi. Harapan besar untuk kita kondisi ini semakin hari semakin baik,” sambungnya.

Dia menghimbau, bila ingin mempercepat proses ini dapat secara bersama-sama mendorong. Bukan hanya pemerintah, tapi juga swasta, media, akademisi maupun masyarakat.

“Kalau kita bergandeng tangan, kita percaya dalam beberapa hari ini trend kasus akan turun dan menjadi peluang untuk kita,” harap Louhenapessy.

Pasalnya tambah Walikota, Pemkot bekerja sesuai kajian akademis bukan empiris atau kasat mata. “Sisi akademis melihat semakin baik, makin turun. Karena itu dengan waktu pembatasan pergerakan ini kita berharap betul-betul bisa lebih baik. Semua orang boleh berbicara tapi ini kita pakai kajian akademis untuk itu,” ingatnya.

Mengenai jaring pengaman sosial bagi warga terdampak, sampai bulan ini pihaknya akan terus jalan bantuan ini. Kurang lebih 50.595 keluarga yang sudah dibantu, dalam bentuk bantuan sembako untuk kelurahan tapi juga bantuan langsung tunai (BLT) bagi desa-desa yang ditransfer langsung ke rekening penerima.

“Dari seluruh data yang masuk, menjadi problem buat kita itu ada di Desa Batu Merah. Karena ada kelebihan 2119 keluarga yang tidak bisa dicover dana desa maupun ADD. Oleh karena itu kita intervensi sambil menunggu bantuan dari sosial kita akan bagi dalam bentuk Sembako ke mereka, desa/kelurahan lain bisa dicover,” bebernya.

Sosialisasi lanjut PSBB tentu sambil jalan. “Sampai kemarin dengan mahasiswa, lalu seluruh komponen dengan PKL. Nanti besok (hari ini-red) sementara kita pikirkan apakah mungkin dengan seluruh pegawai/ASN. Tentu agar semua pihak memahami,” tutupnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed