Pemkot Minta Tak Viralkan Gambar & Video Korban Gempa

AMBON,MRNews.com,- Wakil walikota Ambon Syarif Hadler meminta kepada warga masyarakat kota Ambon, netizen atau siapapun yang menggunakan handphone serta media sosial agar tidak membagikan atau viralkan gambar berupa foto maupun video korban meninggal gempabumi. Pasalnya cara-cara seperti itu dipandang sama sekali tidak beretika dan menciderai rasa kemanusiaan atau empati diantara sesama manusia.

“Mewakili pemerintah kota (Pemkot) Ambon saya minta kepada semua masyarakat dan siapapun agar foto dan video korban jiwa gempabumi tidak publish atau sebar luaskan secara sembarangan ke media sosial manapun tanpa lalui proses editing atau mungkin diberi blur. Apalagi korban meninggal, yang masih menyisahkan darah. Harus blur, tidak utuh dipublish. Sebab tidak elok, etis. Tidak manusiawi,” paparnya kepada media saat press confrence di kediamannya, Kamis (10/10/19).

Hal itu diharapkan tidak terjadi sebab menurut Hadler, secara psikologis pasti keluarga merasa terpukul dan down karena ditinggal orang yang dikasihi dalam keadaan atau situasi yang tidak diinginkan seperti gempabumi. Belum lagi saat keluarga melihat video dan foto tersebar tanpa seijin, tentu membuat perasaan dan kenyamanan terganggu.

Ini yang terjadi sebutnya, pada korban gempabumi 5,2 SR hari ini VA (15), siswa kelas 8 SMP Kalam Kudus yang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan di toko milik orang tuanya di Passo. Bukannya dalam keadaan seperti itu warga masyarakat menolong tapi malah membuat video dan foto lalu menyebarkannya di media sosial hingga viral.

“Seharusnya tidak terjadi demikian, masyarakat harus paham benar. Cara seperti itu tidak mulia. Bagaimana kalau keadaan itu menimpa saudara-saudara, tentu juga marah, kecewa, sakit hati dan sebagainya. Kami harapkan tidak terjadi lagi kedepannya, cukup berakhir disini. Marilah menjadi netizen yang bijak dan cerdas. Apalagi juga kalau menyebarkan berita tidak benar alias hoax. Semoga tidak dilakukan,” demikian Hadler. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *