by

Pemkot & Kemendikbud-Ristek Buat Kajian Revitalisasi Benteng Victoria

AMBON,MRNews.com,- Pemerintah kota (Pemkot) Ambon bersama Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) sementara ini membuat kajian terkait proses revitalisasi Benteng Victoria Kota Ambon.

“Soal proses dan tahapan revitalisasi benteng Victoria, sementara kita dengan Ditjen Kebudayaan Kemendikbud-Ristek lagi membuat kajian,” tandas Kepala Bappeda-Litbang Pemkot Ambon Enrico Matitaputy kepada awak media di Balaikota, Rabu (23/6).

Dikatakan, dalam proses revitalisasi Benteng Victoria itu, hasil kajian sangat penting karena berdampak ke semua hal baik pembebasan lahan, perencanaan, maupun alokasi anggaran.

“Karena dasar dari semua proses baik pembebasan lahan kemudian revitalisasi dan segala macam harus ada kajian. Jadi kita sudah dengan tim teknis Kemendikbud, mereka memfasilitasi. Sambil menunggu proses itu jalan, baru kita start lagi,” jelasnya.

Sampai saat ini menurut Enrico, untuk proses tahapan sudah selesai hingga tahap kedua. Dimana tahap pertama ialah permintaan dukungan dari berbagai stakeholder melalui kunjungan yang dilakukan Walikota.

Dilanjutkan, masih ada satu tahapan yang belum dijalankan ialah sosialisasi kepada pemilik tanah.

“Saat ini ditahap kedua yaitu kajian. Jadi setelah sosialisasi, baru kita berproses. Kajian selesai baru kita lakukan, sambil jalan begitulah. Tapi tahapan yang sementara dibuat adalah kajian,” terangnya.

Sebagai dampak revitalisasi Benteng Victoria tambahnya, relokasi Makodam XVI/Pattimura akan dilakukan dan lokasinya masih tetap di Desa Tawiri Kecamatan Teluk Ambon.

“Disana, dari pertanahan 60-80 hektar sudah ada lahan dan pemiliknya sudah ada. Nanti prosesnya mereka dipindahkan/relokasi kesana, bangun dulu, baru dilakukan revitalisasi,” tutur mantan Kadis PUPR Kota Ambon.

Pengadaan lahan sambungnya, dialokasi dari APBD kota Ambon, sementara diproses semua. Namun besaran nilainya belum diketahui karena itu ditentukan apprisal.

“Yang pasti kebutuhannya sekitar 60-80 hektar. Nilainya belum ditentukan. Sebab ada kajian dulu baru bisa berproses ke yang lain yaitu apprisal, panitia pengadaan dan lainnya,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed