by

Pemkot Diminta Evaluasi PSBB & Biaya Rapid Test

-Kota Ambon-149 views

AMBON,MRNews,com.- Anggota DPRD Maluku asal daerah pemilihan (Dapil) Kota Ambon Rovik Akbar Afifudin mengatakan, Pemberlakuan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilanjutkan tahap kedua di Kota Ambon mesti dievaluasi secara baik dan terkonsep.

Hal ini perlu dilakukan, mengingat dampak akibat Covid-19 dan pemberlakuan PSBB di Ambon sangat terasa diberbagai aspek kehidupan masyarakat. Tagal itu perlu adanya konsep yang jelas serta memperhitungkan dampak akibat aturan yang diterapkan.

“Dengan adanya lanjutan PSBB maka ada penutupan sejumlah tempat usaha yang berdampak bagi tenaga kerja. Ini juga mesti diperhitungkan dampaknya. Apakah perlu ditutup ataukah bisa diatur waktu masuk kerja” urai Afifudin di DPRD Maluku, Senin (6/7/20).

Ditegaskan, dari sisi jumlah orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Ambon maka mesti ada upaya tracking sebagai bentuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

Dirinya memberi apresiasi karena ada kesadaran masyarakat untuk melakukan rapid test secara mandiri maka perlu diperhatikan oleh pemerintah terkait dengan biaya rapid test yang cukup tinggi dan tidak merata.

“Sekarang ini biaya rapit test secara mandiri terlalu tinggi sekitar Rp 500 rb-600 rb karena itu perlu ada kestabilan harga rapid test di Kota Ambon” jelas Afifudin.

Afifudin berharap agar PSPB terus dievalusi tahapannya dan diperbaiki sehingga tidak dilanjutkan pada tahap berikutnya, namun pemerintah sedapat mungkin bisa mempersiapkan penerapan new normal .

“Apapun alasannya, kita tidak bisa menghindar dari kehidupan normal karena itu perlu adanya sosialisasi agar masyarakat dapat dipersiapkan sejak dini untuk menerapkan pola hidup yang baik sesuai protap kesehatan jika diterapkan new normal” demikian Afifudin. (MR-01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed