by

Pemkot Diajak BI Transaksi Online dengan QRIS

-Kota Ambon-184 views

AMBON,MRNews.com,- Pimpinan kota bersama pejabat eselon II dan III Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon diajak Bank Indonesia (BI) Perwakilan Maluku untuk bertransaksi non tunai secara online dengan QR Code Indonesia Standar (QRIS), tak lagi tunai. Sosialisasi terkait QRIS tak saja bagi ASN, tapi untuk semua elemen dari 9-14 Maret, dimana puncaknya di Pattimura Park.

Ajakan itu seiring perkembangan zaman yang sudah sangat pesat diera digitalisasi dan tidak bisa dihindari siapapun. Sama seperti aplikasi Gojek, Lazada, Dana, Shoppee atau Blibli yang tak lazim digunakan. Dimana transaksi sudah online, demikian pula pembayaran tidak lagi sifatnya tunai.

“Transaksi tunai biasanya ribet. Dalam perkembangannya dibutuhkan bagaimana transaksi bisa berjalan lebih cepat lagi terutama untuk pedagang atau aktivitas dimasyarakat umum. Maka BI memperkenalkan namanya QRIS. QRIS jadi jembatan supaya semua aplikasi bisa saling ngobrol, transaksi, mempermudah begitu,” ungkap Kepala Perwakilan (KPw) BI Maluku Noviarsano Manullang dalam sosialisi implementasi QRIS di VIP room Balaikota Ambon, Selasa (10/3/2020).

Sebab per 1 Januari lalu, lanjutnya, seluruh QR code lama yang ada di Indonesia harus ditarik dan diganti QRIS supaya bisa mempermudah dalam bertransaksi. Sebab ini menjadi kebutuhan kedepannya ketika perkembangan ekonomi diwilayah Maluku semakin berkembang pesat. Blok Masela sudah mulai dipercepat pelaksanaannya. Belum nanti aktivitas ekonomi lain lagi.

Sementara Walikota Ambon Richard Louhenapessy mengaku, dengan adanya QRIS, memberi pemahaman kepada semua pihak termasuk pejabat dan ASN Pemkot bagaimana proses handphone berdampak pada tidak lagi memegang dompet dan uang cash, tapi online system QRIS. Sehingga uang yang dimiliki tetap aman.

Dirinya bersyukur, Ambon dipilih BI sebagai kota percontohan sosialisasi untuk Maluku. Hal itu memang yang membedakan Ambon dengan kota lain di Maluku karena selain kota juga ibukota provinsi, tempat berkantornya perwakilan BI. PemkotĀ sudah introduce gagasan ini dalam konsep aplikasi Ambon@csess tapi memang belum maksimal sebab banyak toko merchandt belum mengaksesnya.

“Tapi dengan adanya kebijakan secara nasional mau tidak mau secara perlahan harus mulai beradaptasi sehingga transaksi kedepan sudah pakai QRIS. Harapannya semua kita memahami bagaimana memanfaatkan aplikasi itu guna memudahkan transaksi,” harapnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed