Pemkot Ambon Himbau Masyarakat Tak Percaya Hoax

AMBON,MRNews.com,- Pemerintah kota (Pemkot) Ambon menghimbau masyarakat kota Ambon khususnya agar tidak panik dan terpengaruh dengan info-info yang tidak benar alias hoax yang menyebar di media sosial apapun. Sebab informasi akurat soal bencana alam baik gempa maupun tsunami diharapkan hanya mengacu kepada BMKG sebagai pihak berkompeten. Sepanjang itu bukan dari BMKG, agar jangan percaya.

“Masyarakat saya himbau untuk menerima informasi soal bencana alam dari BMKG serta BPBD kota. Semua informasi diluar itu adalah bohong dan sesat. Informasi benar adalah gempa dengan kekuatan 6,8 SR terjadi jam 8.46 Wit dan gempa susulan sudah mencapai diatas 80 kali dan dirasakan 15 kali (dimutakhir 100 kali, dirasakan 20 kali). Tetapi kekuatannya semakin hari semakin menurun dan pastinya akan kembali pada titik normal kembali,” himbau wakil walikota Ambon Syarif Hadler di kantor RRI Ambon, Kamis (26/9/19).

Malam ini kata Hadler, Pemkot dan sejumlah stakeholder berkepentingan akan melakukan rapat koordinasi di kediaman Wawali Karang Panjang untuk mengecek atau update perkembangan terakhir tentang kerusakan berat maupun sedang akibat gempa, korban dan dampak gempa lainnya sehingga nantinya dapat diinformasikan kepada masyarakat secara jelas dan akurat.

Sebab korban luka-luka, pihaknya belum mendata secara pasti. Tetapi untuk korban meninggal data terakhir ada tiga orang yakni Narti Rumain (pegawai Rektorat IAIN Ambon) yang tertimpa reruntuhan bangunan, Mateis Frans warga Nania tertimpa reruntuhan saat penggalian pasir gunung. Lalu satu anak di Lembah Argo Passo umurnya 1,5 tahun tertindis dinding saat tidur. Sementara sejumlah bangunan kantor seperti di Unpatti, IAIN dan lainnya serta rumah warga memang ada yang retak dan ambruk, bahkan saat gempa lampu-lampu semua padam.

“Untuk kerusakan berat, belum bisa disampaikan karena belum valid dan masih update. Soal titik pengungsian warga sepanjang yang kami pantau ada di Karang Panjang, lapangan Hatukau Galunggung, Galala, Lateri dan beberapa tempat lain yang sebentar nanti akan diupdate dalam rapat. Memang warga minta fasilitasi tenda. Tapi persoalannya kalau kita memfasilitasi artinya kita membenarkan berita-berita hoax yang berkembang, ancaman tsunami itu tidak ada. Kekuatan gempa susulan sudah menurun terus,” jelas Hadler.

Dirinya pun mengajak masyarakat untuk kembali lagi ke rumah, tidak usah diperbukitan atau pegunungan sebab hahnya ada gempa susulan skala kecil. “Lihat kondisi rumah, kalau retak yang membahayakan jangan dulu tinggal. Hindari gedung bertingkat jika terjadi gempa susulan. Sebab akan mengancam jiwa. Masyarakat kembali ke rumah dan beraktivitas seperti biasa tapi mawas diri. Besok kami harapkan sekolah, perkantoran beroperasi normal kembali,” harap dia. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *