by

Pembongkaran Mardika Sisakan Pasar Apung, Aponno: Kendala Alat

-Kota Ambon-96 views

AMBON,MRNews.com,- Dari 2000-an pedagang yang mempunyai kios lapak di pasar Mardika yang kena dampak revitalisasi pasar tersebut, 60 sampai 70 persen sudah dibongkar dan menyisahkan lapak di pasar Apung 1,2 dan 3 yang berada dideretan pangkalan speedboat.

“Baru-baru kita sudah mau pakai alat itu bongkar lanjut sebenarnya. Tapi kan alat itu tidak bisa bongkar lokasi itu sebab kalau dia dobrak, pasti sampahnya semua jatuh ke laut kan cari alatnya agak susah,” ujar sekretaris Disperindag Kota Ambon Janes Aponno kepada awak media di Balaikota, Senin (19/10).

Karena itu, menurut Aponno, pihaknya harus menggunakan eksavator agar ketika lapak dibongkar, hasil bongkahan ditarik buang ke darat, jika tidak akan jatuh ke laut.

“Kendalanya di alat berat, itu persoalannya. Jadi kita agak susah. Kita harus gunakan eksavator agar sampahnya tidak jatuh ke laut, rongsokan pasti jatuh ke laut. Jadi memang kita usaha secepatnya mendapat alatnya,” tukas Aponno.

Untuk menyewa alat itu, Aponno bahkan mengaku belum tahu sebetunya berapa biayanya. Sebab secara teknis, dinas PUPR lebih tahu berapa biaya dibutuhkan karena terkait alat kerja.

Sebenarnya proses pembongkaran pasar itu diakuinya, kalau kerja maksimal paling memakan waktu 3 hari. Namun masih terkendala di alat berat. Sementara alat ini butuh dana untuk beli.

“Pakai eksavator dia mau jalan di jalan umum kan harus bisa kan jalan rusak jadi harus beli. Untuk jaga dia jangan sampai nanti kasi rusak jalan kita kan jadi masalah baru begitu itu. Kendala-kendala seperti itu kita masih koordinasi dengan PUPR untuk nanti kita segera bongkar lanjut,” kuncinya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed