by

Pembangunan RTP di Air Salobar Jalan Tahun Ini, Tidak Mangkrak

AMBON,MRNews.com,- Rencana pembangunan proyek Ruang Terbuka Publik (RTP) di kawasan Air Salobar Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon yang sempat tertunda beberapa waktu, salah satunya karena anggaran kena refocusing untuk Covid-19 dipastikan mulai jalan lagi tahun ini.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah-Penelitian Pengembangan Kota Ambon Enrico Matitaputty mengatakan, proses pembuatan bis beton kemudian timbunan pada lokasi pengeringan di kawasan tersebut sudah selesai dilakukan.

“Direncanakan sebetulnya tahun 2021 itu sudah dianggarkan untuk pembuatan RTH atau RTP diatas timbunan pengeringan, nanti coba konfirmasi lagi ke pa Meli (Kadis PUPR Ambon-red). Tapi ternyata karena dihadapkan pada Pandemi Covid-19 maka itu direfocusing,” tandas Matitaputty.

Ditegaskan, barulah kemudian di 2022 baru muncul lagi untuk dianggarkan. Sehingga bisa dipastikan bukan proyek mangkrak, namun karena situasi dan kondisi Covid-19, menghendaki semua proyek fisik harus ditahan dan kena refocusing anggaran.

“Tidak ada istilah mangkrak seperti yang dibilang. Hanya ditunda karena memang di 2021 kena refocusing semua 70-75 persen anggaran daerah,” jelas mantan Kadis PUPR Kota Ambon itu kepada Mimbar Rakyat di Ambon, Kamis (20/1).

Menurut Enrico, dana pembangunan proyek tersebut sebetulnya sudah ada di Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) di tahun 2021 dan sudah dibahas. Namun soal besaran nilai, dirinya tidak ingin meraba-raba angka pasti.

“Beta lupa nilainya, kisaran 2 M lebih. Tapi coba kroscek lagi ke Pa Meli. Refocusing 2021, dan 2022 dianggarkan lagi,” tukasnya.

Ditambahkan, proyek itu dianggap pemerintah kena refocusing karena dalam skala prioritas masih bisa ditunda, dibandingkan dengan penanganan Covid-19.

Sebaliknya bila itu pembangunan talud atau jembatan yang tujuannya mengamankan banyak orang, mungkin itu tidak bisa ditunda.

“Pembangunan RTH atau RTP disana tidak ada masalah sebenarnya. Perencanaan semua sudah selesai, tapi situasi dan kondisi memungkinkan untuk jadi pertimbangan. Tapi tahun ini sudah ada lagi dan tidak ada masalah, tinggal jalan saja,” bebernya.

Dari sisi peruntukan sebutnya, tidak berubah masih untuk RTP, dimana akan ada joging track dan sebagainya, dengan luasan kurang lebih 4050 meter persegi.

“Sejak kita buat reklamasi pantai itu kan ijin dari pemerintah provinsi semua sudah ada. Cuma tinggal biking saja. Jadi setelah bis beton dan timbun selesai, harusnya mulai dibangun. Tapi di pending 2021 dan 2022 mulai jalan lagi,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed