by

Pelecehan Simbol Negara, Hamid Fakaubun Bakal Dipolisikan PDIP

AMBON,MRNews.com,- Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Edwin Adrian Huwae mengatakan, pihaknya (PDI Perjuangan) telah menyiapkan tim hukum untuk melaporkan Hamid Fakaubun ke pihak kepolisian dengan dalih pelecehan atau penghinaan terhadap simbol negara Presiden RI Joko Widodo, kader PDI Perjuangan dan ketua umum PDI Perjuangan yang juga mantan Presiden RI, Megawati Soekarnoputri melalui akun media sosial facebook miliknya.

“PDI Perjuangan Maluku telah menyiapkan tim hukum untuk melaporkan saudara Hamid Fakaubun. Karena postingan dan komentar yang dikirim di salah satu akun facebook milik Pablo Rafra, menurut kami PDI Perjuangan itu bentuk pelecehan terhadap ketua umum PDI Perjuangan dan Presiden RI yang juga adalah kader PDI Perjuangan,” ujar Edwin Huwae kepada media di Ambon, Selasa (6/2) .

Menurut Huwae, apa yang diposting oleh saudara Hamid Fakaubun merupakan suatu penghinaan yang dilakukan melalui media sosial, dan juga dapat dikategorikan sebagai satu tindakan pidana. Dan karena itu, maka pelakunya terancam dijerat dengan UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE sebagaimana telah diubah dalam UU nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU ITE tersebut.

“Besok pagi (hari ini) kami akan menyampaikan pengaduan resmi ke Polda Maluku terhadap saudara Hamid Fakaubun,” tukas ketua DPRD Maluku itu.

Pihaknya menurut Huwae berharap, setelah laporan masuk dan mendapat bukti lapor, penyidik Polda Maluku bisa segera menyikapi dan menindaklanjuti berdasarkan ketentuan dalam KUHP guna segera diproses hukum agar perilaku atau perbuatan seperti itu tidak terulang kembali oleh siapapun, apalagi melakukan pelecehan terhadap simbol negara.

“Harus ada suatu preseden berkaitan dengan tindakan hukum terhadap pelaku-pelaku seperti ini agar upaya kita untuk mencegah informasi Hoax ataupun upaya lain yang bertentangan dengan UU di media sosial bisa dihilangkan. Apalagi sampai menghina/melecehkan pihak tertentu tanpa data dan fakta jelas serta dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Huwae.

Proses hukum itu juga tambah Huwae mudah-mudahan dapat memberikan efek jera kepada siapapun dalam mengelola akun di media sosial. Edwin juga menghimbau agar para pengguna media sosial tidak terjebak dengan upaya pelecehan dan pencemaran nama baik serta isu-isu yang bertentangan dengan UU.

“Saya juga menghimbau agar para pengguna akun di media sosial untul menghindari kata-kata yang berbau hinaan, pelecehan, penistaan serta isu-isu hoax, kareha itu sangat bertentangan dengan UU ITE, yang pada akhirnya bermuara pada proses hukum,” demikian Huwae.

Sebagaimana diketahui, Hamid Fakaubun yang ditelusuri merupakan salah satu mahasiswa Pasca Sarjana pada kampus IAIN Ambon dan aktivis HMI, diduga melecehkan PDI Perjuangan dengan memposting dan memberikan komentar foto dimana Megawati Soekarnoputri sedang menggendong Presiden Jokowi layaknya seorang ibu sedang menggendong balita dengan tulisan dialeg Ambon ‘Nenek ini lagi kas susu ka apa e’ yang berarti seorang nenek sedang menyusui anaknya.

Gambar dan tulisan yang dikirim oleh Hamid Fakaubun pada komentarnya dalam akun facebook milik Pablo Rafra itu membuat DPD PDI Perjuangan Maluku merasa dilecehkan, karena menilai komentar yang disampaikan Hamid Fakaubun itu tidak beretika dan melanggar Undang-Undang ITE. (MR-05)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed