Pelayanan Kesehatan Hewan Lewat Aplikasi, Vetz Hadir di Ambon

AMBON,MRNews.com,- Pelayanan kesehatan hewan di kota Ambon dan provinsi Maluku kedepan tak hanya secara manual. Tetapi sudah bisa dilakukan secara online berbasis aplikasi android, namanya Vetz (Veterinary, Medicine, Petshop dan Beyond). Aplikasi Vetz mulai hari ini, Kamis (9/5/19) diluncurkan oleh dokter Faradila Attamimi, peserta PIM IV dari dinas pertanian (Distan) provinsi Maluku bekerjasama dengan dinas pertanian dan ketahanan pangan (DPKP) Kota Ambon dan dapat didownload pada aplikasi playstore.

Dokter Faradila Attamimi kepada awak media katakan, aplikasi yang dilaunching hari ini merupakan inovasi dalam rangka proyek perubahan diklat tingkat IV provinsi Maluku, serta produk inovasi yang dihasilkan untuk diklat itu dan layanannya gratis. Kedepan diharapkan aplikasi ini tidak berhenti usai diklat dan dapat sertifikat tetapi berlangsung terus di Maluku dan bisa saja berbayar untuk komitmen berikan konsultasi.

“Artinya jika di kecamatan Leitisel ada hewan sakit, tidak perlu ketemu dokter tapi bisa langsung mengakses konsultasi dengan dokter melalui aplikasi Vetz. Bisa chat dengan dokter, pilih beberapa dokter hewan yang ada dalam aplikasi, ahli kesehatan yang mau konsultasi. Didalam aplikasi Vetz ada fitur konsultasi yang bisa diklik, jadi bebas. Yang punya ternak sapi, kucing atau hewan apapun di rumah bisa gunakan aplikasi ini,” tandas nya di Everbright Hotel, Kamis (9/5/19).

Fungsi aplikasi Vetz dan tujuan utamanya kata Farida yaitu pembebasan hewan rabies di Ambon dan Maluku tahun 2021. Mekanismenya mirip aplikasi hallo dok dan kedepan dirancang juga apotek online. Karena itu Sabtu 11 Mei 2019 di Tribun Lapangan Merdeka akan dilakukan layanan peth care day, hari khusus konsultasi gratis dengan dokter hewan untuk seluruh pemilik hewan kesayangan sekaligus vaksin rabies gratis. Tentu ketika berbasis aplikasi, ini bukan barang baru di Ambon karena 90 persen masyarakat sudah gunakan android, luar Ambon 75 persen aktif.

“Distan provinsi serta DPKP kota Ambon adalah dua stakeholder besar yang menjalankan aplikasi ini. Ibaratnya owner aplikasi Vetz. Supaya aplikasi ini bisa dipakai di masyarakat. Untuk stakeholder lain seperti komunitas pencinta hewan dan ternak semua terlibat didalam aplikasi ini. Sabtu besok kita fokus pada komunitas pencinta hewan di Ambon dan pemilik hewan kesayangan yang juga stakeholder pendukung aplikasi ini. Targetnya 100-500 hewan, awal buat target 50 ekor kerjasama DPKP kota,” tukasnya.

Dijelaskannya, pelayanan konsultasi hewan lewat aplikasi ini pertama di Indonesia dan keempat di dunia setelah di Inggris, Afrika dan Amerika. Dimana dokter hewan yang dipakai dominan di Jawa, alumni IPB kurang lebih 25 dokter. “Di Ambon baru saya. Kita dibantu ikatan alumni IPB. Ada 25 dokter hewan bergabung. Inti aplikasi Vetz, saat konsultasi ke ruang chat dengan dokter, dokter akan kasih saran dan beri resep. Masyarakat juga bisa tahu semua percakapan dengan dokter karena terekam dan pegang data medis hewannya sendiri, ada sejarah penyakit hewan terekam di sistem,” urai Kasie Kesmavet Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Distan Maluku.

Kabid Peterenakan DPKP Kota Ambon Ana Maitimu tambahkan, cara memelihara hewan secara baik bukan hanya beri makan, terutama Ambon belum bebas dari rabies. Maka tiap tahun Distan jalankan vaksin. Adanya aplikasi Vetz ini bisa masyarakat manfaatkan dengan baik. Sebab data populasi hewan di Ambon ada 12.070 ekor, yang tidak tervaksin 1.070, tervaksin 11.000 menyebar di lima kecamatan. “Target Sabtu nanti mereka bisa terlayani. Mereka akan datang jika tidak kita juga punya jadwal nanti turun dari desa ke desa. Kalau sudah tahu mereka bisa bawa hewan peliharaan,” bebernya. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *