by

Pekan Depan, 4442 Peserta CPNS Pemkot Ambon Jalani CAT

AMBON,MRNews.com,- Sebanyak 4442 peserta atau pelamar sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon yang telah lolos seleksi administrasi akhir tahun lalu, pada pekan depan tepatnya Selasa (28/1/2020) akan mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD) atau Computer Asissted Test (CAT).

Seleksi akan berlangsung di lokasi SMP Negeri 2 Ambon hingga Jumat (31/1). Terbagi dalam lima sesi setiap harinya dengan 150 peserta tiap sesi. Namun di hari terakhir, hanya ada dua sesi dengan 150 peserta di sesi pertama dan 42 peserta di sesi kedua. 4442 pendaftar nantinya akan mengisi 285 formasi yang menjadi jatah untuk Pemkot Ambon.

“Ada 4442 pendaftar yang siap untuk ikut seleksi nanti pada tanggl 28 Januari. Yang nanti berlangsung pada lokasi SMPN 2 Ambon. Untuk CPNS tahun ini kita mendapat 285 formasi. Peserta SKD wajib melakukan proses pencetakan ulang kartu tanda peserta ujian,” kata Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pemkot Ambon Benny Selanno kepada media di Balaikota Ambon, Jumat (24/1/2020).

Seluruh persiapan menyangkut seleksi tersebut kata Benny, sudah siap 100 persen. Bahkan pada Selasa (21/1) lalu, tim assesment dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah datang di kota Ambon dan melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk pelaksanaan seleksi tanggal 28-31 Januari mendatang.

Untuk kuota CPNS di kota Ambon sebutnya, tidak berubah tetap 285. Dimana kota Ambon termasuk paling banyak mendapat kuota di provinsi Maluku. Dengan kebutuhan formasinya lebih untuk tenaga teknis.

“Kita sudah sesuaikan jabatan dan kebutuhan yang ada pada Pemkot baik bidang pendidikan, kesehatan maupun pada SKPD-SKPD lain,” ujarnya.

Dari 285 kuota itu lanjut Benny, 97 persen tenaga teknis. Pasalnya di Pemkot Ambon, tenaga administrasi cukup banyak, sehingga dominan diarahkan ke jabatan teknis yang tentu memperhatikan agar perguruan tinggi di Maluku bisa tercover. Misalnya kebutuhan penata laporan keuangan, akuntan. Bahwa di seluruh OPD harus ada akuntan guna pembuatan sistem laporan keuangan, analisa keuangan. Itu penting untuk menuju sistem kerja hemat biaya tapi berdampak bagi masyarakat.

“Sebab pengalaman tahun lalu kebutuhannya untuk fisiotherapi tapi karena tidak ada sekolah disini, orang dari luar tidak ada yang mau datang melamar di Ambon. Kita rugi formasi 21 untuk jabatan fisiotherapi, walaupun kita butuh tapi kita tidak minta. Lebih baik kita alihkan jabatan ke formasi lain yang ada PT di Ambon, kalau kita minta saya yakin sudah tidak mungkin ada pelamar,” demikian Selanno. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed