by

Pegawai Dishub & Pedagang Ikan Viral di Mardika Didamaikan Sekkot

AMBON,MRNews.com,- Pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon yang juga Kepala Tata Usaha UPTD Mardika Khalid Marasabessy dan mama pedagang ikan di pasar Mardika yang viral di media sosial karena saling adu mulut, Rabu (30/3) akhirnya berdamai.

Mediator perdamaian antara keduanya ialah Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon Agus Ririmasse. Ririmasse turun tangan mediasi masalah tersebut di ULA Balaikota bersama Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Ambon Robby Sapulette, Kamis (31/3).

Usai dimediasi orang nomor tiga di Ibukota Provinsi Maluku itu, kedua pihak saling minta maaf. Berpegang tangan dan foto bersama tanda masalah selesai, tidak perlu dibesar-besarkan.

Menurut Sekkot, selaku pimpinan ASN di daerah, dirinya harus bertindak secara cepat agar masalah tersebut tidak membias.

“Kita tidak usah berpikir hari kemarin lagi, sebab hari ini masalah itu sudah selesai. Kita butuh kan kedamaian di hati,” tandas mantan Kadis Dukcapil Kota Kupang itu.

Namun baginya, kejadian tersebut menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat untuk tidak terulang kedepan. Agar tidak boleh melanggar aturan dengan berjualan sampai di jalan raya, sebab itu jalan umum bagi warga lain yang berkendara maupun pejalan kaki.

“Demikian juga kepada pegawai kita yang bertugas di lapangan agar bertindak humanis namun tetap tegas. Itu penting. Saya harap ini jadi kejadian pertama dan terakhir di pasar. Kalau ada lagi yah kita harus ambil tindakan tegas,” ingatnya.

Disinggung soal tugas Dishub adalah mengurai kemacetan termasuk di pasar Mardika yang kembali semrawut, Sekkot menegaskan, hal itu akan dievaluasinya. Tak saja dengan Dishub tapi juga Satpol PP sebagai petugas penegak Perda.

“Selaku Sekkot, saya akan panggil Kasatpol PP untuk bersama-sama serius membantu Dishub untuk mengatasi persoalan yang terjadi di pasar Mardika dan lokasi lainnya, apalagi jalan umum,” tegas Ririmasse.

Jelasnya tambah dia, penanganan persoalan di lapangan termasuk di pasar harus humanis, santun, sopan dan saling menghargai.

“Kalau dia salah, harus dibicarakan baik-baik. Sebab seseorang ketika dia salah, walau ditekan, dimaki, dikeras atau dihajar pasti dia akan melawan. Tapi kalau bicara baik-baik agar kota ini jadi bagus, tidak macet, saya rasa orang bisa ikut,” kunci Sekkot.

Sebelumnya diketahui, adu mulut antara oknum pegawai Dishub dengan seorang pedagang di Pasar Mardika viral di media sosial.

Video kejadian itu diunggah akun TikTok @elovers0 Rabu (30/3) pagi. Dalam video berdurasi 37 detik itu, oknum pegawai itu sempat menendang wadah dagangan berisi ikan hingga tercecer di jalan.

Adu mulut pun semakin memanas hingga melibatkan pedagang lainnya. Seorang lelaki yang diduga pedagang pun melerai mereka. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed