by

Pasutri Pembawa 200Kg Mercury Dibekuk Polsek Leihitu

AMBON,MRNews.com,- Polsek Leihitu dibawah kepemimpinan Iptu Julkisno Kaisupy berhasil mengungkap penyelundupan air raksa, mercury diwilayah hukum Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease.

Pelakunya LAL dan WJ, pasangan suami istri (Pasutri) warga Waiheru Kecamatan Baguala Kota Ambon. Keduanya ditangkap saat membawa kurang lebih 200 kg mercury dengan mobil, Minggu (20/9) pukul 2.30 WIT.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease Kombes Pol Leo SN Simatupang mengaku, pengungkapan kasus ini mungkin cukup besar dalam tahun ini yang diungkap jajaran Polresta Ambon yaitu Polsek Leihitu. Namun bukan cinabar, tapi sudah diolah menjadi mercury yang ketika dipasarkan sekarang harganya antara 1-2 juta per kg.

“Keterangan tersangka, barang berasal dari SBB. Kedua Pasutri diamankan dengan barang bukti 1 unit mobil dan mercury kurang lebih 200 kg. Saat ini kami sedang dalami tujuan pengiriman. Biasanya mereka coba kirim ke luar Maluku. Peminatnya didaerah tujuan tambang ilegal yang digunakan mengolah emas,” ujarnya di Mapolresta Ambon, Rabu (23/9).

Sementara Kapolsek Leihitu Iptu Julkisno Kaisupy mengaku, sesuai informasi masyarakat, barang dibawa dari pulau Seram. Pasutri itu jemput dengan mobil di pesisir Jazirah Leihitu dan tujuannya ingin membawa ke rumahnya di Waiheru untuk dipasarkan ke peminat yang perlu.

Sesuai informasi hasil penyelidikan menurut Julkisno, Pasutri itu merupakan pemain lama masalah mercury tapi baru kali ini tertangkap. Saat itu barang diterima kedua pelaku sudah dalam bentuk mercury. Sehingga kemungkinan diolahnya didaerah Seram.

Selain Polsek Leihitu, Polsek KPYS juga telah amankan dua tersangka kasus cinabar (mercury) dan saat ini sudah ditahan di Polsek yaitu tersangka MW yang membawa 20 kg mercury serta MN membawa 75 kg mercury. Total yang diamankan Polsek KPYS 95 kg mercury.

“Salah satu tersangka ditangkap di pelabuhan Slamet Riyadi ingin berangkat dengan KM Permata Bunda tujuan Bitung 12 Agustus. Satunya lagi ditangkap di pelabuhan Yos Sudarso dengan KM Dorolonda tujuan Surabaya dan Jakarta pada 18 Agustus,” beber Kapolsek KPYS Iptu Matthew.

Dengan begitu tambah Kapolresta, mercury yang berhasil diamankan 295 kg dari Polsek Leihitu dan KPYS.

“Para tersangka dikenakan pasal 158 dan 160 UU nomor 4 tahun 2009 tentang Minerba dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” kunci Leo. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed