by

Paslon KALWEDO Bersikukuh Tak Ikut Debat Kandidat Nanti Malam

-Politik-235 views

AMBON,MRNews.com,- Pasangan calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Maluku Barat Daya (MBD) nomor urut 1 Niko Kilykily dan Desianus Orno atau dengan akronim KALWEDO tetap bersikukuh tidak akan mengikuti debat kandidat di Stasiun TVRI Maluku-Kota Ambon, Sabtu (24/10) malam.

Ketua tim pemenangan KALWEDO Anos Yermias mengaku, baik calon Bupati maupun wakil Bupati keberatan dengan debat kandidat yang dilaksanakan diluar wilayah Kabupaten MBD. Karena Pilkada akan digelar di MBD bukan di Kota Ambon.

“Alasan kami hanya satu yaitu Pilkada itu dilakukan di MBD maka mestinya debat kandidat pun harus disana, sehingga dapat disaksikan masyarakat kita yang ada di bumi Kalwedo,” tandas Yermias kepada awak media di Ambon, Jumat (23/10) malam.

Sampai hari ini alasan atau pernyataan KPUD MBD bahwa debat akan disiarkan langsung TVRI dan diakses TV kabel di MBD dan lain-lain, bagi pihaknya alasan itu tidak dapat diterima. Sebabnya, Paslon KALWEDO tidak akan mengikuti debat kandidat di TVRI.

“Kami tentu punya alasan. Sesuai jadwal yang ditetapkan sebelumnya, seharusnya debat kandidat itu dilaksanakan 17 Oktober dan lokasinya di Tiakur. Maka saat kandidat kami konsolidasi ke Kepulauan Babar, kami sudah estimasi waktu, agar segera kembali mengikuti debat tersebut,” urai Yermias.

Kemudian lanjut anggota DPRD Maluku itu,
pada 7 Oktober lalu via telepon, KPU menginformasikan ke LO Paslon dan tim kampanye KALWEDO, bahwa pelaksanaan debat kandidat mundur ke tanggal 24 Oktober di Kota Ambon.

“Saat itu kami minta agar informasi atau pemberitahuan yang disampaikan itu juga melalui surat resmi, hanya saja surat yang kami maksudkan itu tidak kunjung ada. Itulah sebabnya kami tetap pada pendirian, Paslon KALWEDO tidak akan mengikuti debat kandidat di Ambon,” tegas ketua fraksi Golkar DPRD Maluku itu.

Dirinya mempersilahkan kandidat lain ikut namun Paslon KALWEDO tetap abstain dengan beberapa pertimbangan yang telah diuraikan diatas. Yermias pun mencontohkan tiga daerah lain yang juga gelar Pilkada yaitu Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Buru Selatan (Bursel) dan Kepulauan Aru yang tetap diwilayah masing-masing kecuali MBD.

“Kami berpendapat apa yang dilakukan KPU itu tidak sesuai harapan dan keinginan masyarakat di MBD. Bukan tidak siap, kami siap debat. Bahkan kami punya konsep yang sudah dituangkan dalam visi-misi. Sudah juga kami kemas visi misi itu menjadi program dan kegiatan pada waktunya, ketika Paslon KALWEDO diperkenankan memimpin MBD 5 tahun kedepan,” paparnya.

Baginya, bukan soal menyalahkan KPU tetapi
mestinya secara etika dan norma yang ada, penyelenggara KPU tidak memposisikan debat di Ambon sebab Pilkada ada di MBD.

“Khan pasti pertanyaan muncul kenapa,
ada apa, yang luar biasa disana sehingga debat dialihkan?. Maka itu Paslon KALWEDO tetap tidak akan hadiri debat di Ambon. Tim hukum kami akan mengkaji, kalau ternyata itu menyalahi aturan atau pelanggaran PKPU, kami pasti akan proses ke lembaga yang berwenang yaitu Bawaslu atau DKPP,” kunci legislator dapil MBD-KKT itu. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed