Pasca Gempa Ambon, 5,2SR  1 Meninggal 8 Luka

AMBON,MRNews.com,- Pasca Gempabumi 5,2 SR yang mengguncang Kota Ambon dan sekitarnya, Kamis (10/10/19), data sementara dari posko penanggulangan darurat bencana (PDB) Provinsi Maluku Aula Makorem 151/Binaiya Batu Gajah Kecamatan Sirimau menyebutkan 1 orang meninggal dunia sementara 3 orang mengalami luka berat. Seluruh korban itu merupakan warga kota Ambon.

Masing-masing Vincent Ananto (15) siswa kelas VIII SMP Kalam Kudus Ambon meninggal dunia karena tertimpa reruntuhan bangunan toko Buyung Passso dan luka-luka Vido Maitimu (21), Kristian (36) dan Thomas Ngobut, Dosen STAKPN Ambon. Namun diperbaharui oleh informasi dari Pemkot Ambon menjadi 8 orang luka-luka.

“Data sementara sesuai laporan tim reaksi cepat (TRC) BPBD Kota Ambon 1 orang meninggal dunia dan 3 orang lainnya luka-luka. TRC BPBD kota/kabupaten masih terus mendata dan identifikasi korban serta kerusakan di lapangan baik kota Ambon, Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat (SBB). Laporan tentang dampak bencana akan mengalami fluktuasi karena sesuai kondisi di lapangan,” tukas Komandan Posko PDB Maluku yang juga Kepala Pelaksana BPBD Maluku Farida Salampessy kepada media ini di posko PDB Maluku Aula Makorem 151/Binaiya, Kamis (10/10/19).

Farida menyebutkan, pihaknya juga belum memastikan tingkat kerusakan yang terjadi akibat gempa tersebut baik kerusakan rumah maupun fasilitas umum lainnya. Serta korban jiwa lainnya. Sebab TRC masih intens mengidentifikasi dan update perkembangan di lapangan. Posko pengendali pun tetap akan menyampaikan ke publik jika data dari kabupaten/kota telah masuk. Namun lokasi posko PDB Maluku di Makorem akan ditutup sementara dan dialihkan ke ruangan asisten II dan III Setda Pemprov agar memudahkan komunikasi dan koordinasi.

“Nanti kita lihat besok karena sesuai arahan pa Sekda, posko PDB Maluku di Makorem kita akan tutup sementara sambil menunggu perkembangan selanjutnya demikian juga gudang logistik. Akan dialihkan ke Asisten II dan III Setda Pemprov supaya memudahkan koordinasi dan komunikasi. Akan tetapi untuk menyimpan logistik kita akan menggunakan gudang di BPBD Maluku. Jadi kalau kebutuhan logistik bisa didapat di BPBD Maluku Air Salobar. Kami tetap himbau masyarakat jangan panik dan tetap tenang ikuti informasi dari pihak-pihak resmi,” jelasnya.

Namun data terbaru dari Pemkot Ambon saat konpers di rumah dinas Wakil Walikota menyebutkan per malam ini, terdapat 9 korban terpapar akibat gempa. 1 Meninggal Vincent Ananato (15), 8 Luka-Luka masing-masing Karl Heinz Siahaya (22), Valdo Maitimu (21), Alonzo (15), Maya Wermasubun (44), Soni Kailola (46), Amril (72), Wa Sinta (64), Kristian Jadi Putra (36). (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *