by

Pariwisata Banda Bakal Dipromosikan Masif Melalui Festival Hatta-Sjarir

AMBON,MRNews.com,- Menjelang hari Kemerdekaan Indonesia ke-76 pada 17 Agustus 2021 mendatang, masyarakat Maluku khususnya di Pulau Banda Maluku Tengah akan disuguhi sebuah event budaya, seni dan sosial yang terkandung nilai sejarah didalamnya, Festival Hatta-Syahrir.

Salah satu event untuk mengenang “romantisme” perjuangan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir, dua pahlawan nasional yang diasingkan di Pulau Banda dari tahun 1936-1942, yang bisa menjadikan inspirasi perjuangan penerus demi kejayaan dan kemajuan bangsa dimasa depan, untuk menjaga warisan sejarah serta memajukan pariwisata Banda.

Meski diasingkan di pulau itu oleh kolonial Belanda, namun Hatta maupun Sjahrir tetap dapat memberikan sumbangsih terhadap bangsa dan negara, khususnya melalui Pulau Banda.

Inilah alasan Pulau Banda dipilih sebagai spot utama festival yang baru pertama kali digelar nantinya pada 12-13 Agustus 2021, selain karena pulau itu memiliki segudang cerita terkait sejarah peradaban bangsa Indonesia, dianugerahi kekayaan alam berupa rempah-rempah yang memiliki valuasi tinggi dimasa lampau dan bahkan masih bisa ditemui saat ini pula.

Perwakilan event organizer dari Baileo Production, Mark Ufie katakan, festival Hatta-Syahrir rencananya dilaksanakan selama dua hari, dengan rangkaian utama kegiatan diawali seminar nasional secara virtual, pameran edukatif UMKM, lomba rakyat, city tour dan pagelaran seni budaya.

“Kegiatan ini diharapkan dapat merefleksikan semangat juang para tokoh bangsa tersebut, juga menghadirkan kembali suasana pada saat itu (pengasingan-red) untuk dapat dirasakan kepada khalayak umum saat ini,” tandas Mark kepada awak media di aula kantor Dinas Pariwisata Maluku, Minggu (8/8).

Untuk seminar nasional, dikatakan Mark, akan hadirkan keynote speech yaitu Prof Meutia Hatta anak Muhammad Hatta, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang akan membahas soal sejarah Batavia dan Banda sebagai dua poros yang sangat berpengaruh, Upik Sjahrir anak Sutan Sjahrir.

Kemudian, sejahrawan Ridwan Saidi; saksi hidup sejarah masa perjuangan, antropolog Universitas Pattimura (Unpatti) Prof Mus Huliselan, serta Rektor STKIP Hatta-Sjahrir.

“Karena kondisi Pandemi Covid-19 dan PPKM, seminar akan dilakukan virtual dan dibuka Menparekraf Sandiaga Uno. City tour nanti akan dicombine dengan festival budaya secara virtual lewat streaming, maka dijadwalkan tayang 15 Agustus dari sebelumnya 13 Agustus,” urainya.

Khusus pameran UMKM sebutnya, akan libatkan 28 pelaku UMKM lokal Banda. Yang mana rencananya, semua produk UMKM lokal, akan diborong habis Kemenparekraf, Pemda Sumatera Barat dan Pemda DKI Jakarta yang sekaligus bagian dari promosi UMKM lokal ke kancah nasional dan internasional.

“Diharapkan pameran UMKM dan lomba rakyat, akan menumbuhkan dampak positif terhadap pemulihan perekonomian masyarakat,” tukasnya.

Sedangkan pagelaran seni-budaya tambahnya, merupakan kolaborasi dua budaya berbeda dari Banda dan Minangkabau. Sebagai momen keakraban budaya, silaturahmi serta sebagai bagian dari representatif kedua tempat asal kedua tokoh tersebut, maupun ajang promosi budaya dan alam kedua daerah ke dunia luar.

“Pagelaran seni budaya dan kegiatan lain semua terpusat di Banda. Dengan target peserta on the spot 100 orang dan online 1000 orang dari mahasiswa STKIP Hatta-Sjarir, masyarakat Maluku maupun Sumatera Barat. Kita tetap utama protokol kesehatan Covid-19 dalam pelaksanaan festival ini,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed