by

Pantau Kesiapan RSUP Leimena, Sekda Minta Dukungan Masyarakat

AMBON,MRNews.com,- Rumah sakit umum pusat (RSUP) dr Leimena Ambon jadi salah satu fasilitas layanan kesehatan (Fasyankes) yang ikut dipantau Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku Kasrul Selang karena jadi lokasi kick off vaksinasi Covid-19 di Maluku, Jumat (15/1).

Selang pun meminta dukungan masyarakat maupun media agar vaksinasi perdana dapat berjalan dengan baik dan lancar karena akan diikuti Gubernur Maluku dan Forkopimda sebagai pendaftar pertama yang akan memberi contoh dan keyakinan bagi masyarakat mengenai kebermanfaatan vaksin Covid 19.

“Katong berterima kasih ke semua pihak yang sampai saat ini kerja untuk persiapan. Persiapan ini kalau katong bisa nilai sudah 98 persen, tinggal 2 persen. 2 persen itu pelaksanaan saja. Besok (hari ini-red) katong akan mulai perdana oleh bapak Gubernur,” tandas Sekda disela pantauan, Kamis (14/1) malam.

Sesuai prosedurnya, kata dia, vaksinasi akan dijalani empat (4) tahap. Mulai dari meja 1 ke meja 2. Meja 1 pendaftaran ulang dan meja 2 untuk dilakukan skrining. Para calon yang mau vaksin sudah lebih dulu dapat SMS blast dan ditunjukkan untuk registrasi lagi.

Pada meja kedua ada pemeriksaan klinis yang sederhana, tensi suhu dan wawancara. Kemudian nanti dikelompokan atau sortir lagi. Jika peserta ada penyakit yang belum bisa saat ini dilaksanakan vaksin maka yang bersangkutan tidak bisa vaksin.

“Kalau lolos di meja 2 baru ke meja 3. Di meja 3 dilakukan penyuntikan biasanya dilengan oleh vaksinator yang sudah dilatih. Setelah itu 30 menit kita observasi lihat jangan sampai ada efek lokal yang timbul kalau merah, bengkak dan seterusnya,” jelas Kasrul.

30 menit kalau tidak ada gejala berat kata Kasrul, peserta vaksin sudah diberi kartu vaksinnya. Agar nantinya 14 hari berikut yang bersangkutan kembali untuk vaksin lagi karena vaksin ada dua kali suntikan.

“Jadi katong harap dukungan semua mulai besok (hari ini-red). Setelah itu teman-teman di Kota Ambon 30 menit berikut langsung serentak disemua pusat-pusat fasilitas kesehatan yang ditetapkan,” bebernya.

SDM kesehatan di kota Ambon sebagai objek pertama vaksin selain Forkopimda dan tokoh agama, tokoh masyarakat, akan jalani vaksinasi di kantor atau pusat kesehatan masing-masing diantaranya 22 Puskesmas, 6 rumah sakit dan 1 KKP serentak jalan.

“Bukan serentak itu lalu semua habis, tidak. Karena ada waktu-waktunya, tidak boleh semua, 50 persen dulu. Seperti di Leimena ada SDM-K 368 orang, tidak mungkin semua vaksin. Kalau 1 ruangan 10 orang, 5 dulu, itupun skrining lagi. Agar lainnya bisa buat pelayanan kesehatan yang lain,” tukasnya.

Mengenai kepastian Gurbernur jadi orang pertama divaksin, Kasrul mengaku akan jadi pendaftar pertama bersama Forkompinda. Sebab belum diketahui apakah mereka ada penyakit penyerta yang tidak bisa divaksin tahap ini atau tidak.

“Kita belum tahu. Nanti mereka diskrining ulang di meja 2. Tapi kalau mereka sebagai peserta vaksin, iya. Apakah nanti lolos atau tidak ada prosedurnya. Mudah-mudahan bisa yah, supaya bisa memberi keyakinan ke masyarakat,” kunci Sekda Maluku itu. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed