by

Pansus COVID-19 DPRD Ambon ke Jakarta Disaat PSBB, Benarkah?

-Parlemen-357 views

AMBON,MRNews.com,- Ditengah masih diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Ambon oleh pemerintah guna memutus rantai penyebaran COVID-19, tetapi langkah berani dilakukan panitia khusus (Pansus) COVID-19 DPRD Kota Ambon.

Informasi didapat di kantor DPRD, Pansus yang dikomandoi Jhony Wattimena dari fraksi Gerindra “tiba-tiba” telah bertolak ke ibukota Jakarta Rabu pagi. Tapi tidak semua anggota Pansus ikut termasuk wakil ketua I DPRD Gerald Mailoa dan Ary Sahertian, ketua fraksi PKB.

Hanya 8 orang anggota Pansus termasuk koordinator yang adalah pimpinan DPRD dalam rombongan. Namun tidak diketahui pasti agenda mendesak apa sehingga kebijakan itu diambil ditengah pandemi COVID-19 yang belum berakhir.

Mailoa yang coba dimintai keterangan perihal keberangkatan Pansus COVID-19 ke Jakarta enggan menanggapi. “Maaf jua, beta seng mau komentari itu, tanya ketua Pansus,” singkat ketua DPC PDI Perjuangan kota Ambon di ruang kerjanya, Rabu (15/7).

Sekretaris DPRD Elkyopas Silooy bahkan berusaha menghindar dari kejaran awak media ketika ditanya soal urgensi keberangkatan Pansus dan jumlah anggota yang ke ibukota.

“Nanti tanya pimpinan jua. Beta seng (tidak-red) diberi wewenang untuk menjawab pertanyaan, tanya pimpinan saja. Internal beta deng anggota saja (soal jumlah rombongan),” tukasnya.

Namun informasi keberangkatan Pansus itu dibantah wakil ketua II DPRD Rustam Latupono yang juga koordinator Pansus.

“Seng ada yang berangkat, deng ada COVID ini. Coba tanya ketua DPRD. Sapa yang bilang?. Samua ada di DPRD tadi. Jang seng ada berita lalu mulai cari-cari berita,” tukas Latupono via WhatsApp.

Sementara salah satu pimpinan Pansus COVID DPRD Zeth Pormes bahkan balik bertanya ketika disodorkan pertanyaan mengenai keberangkatan Pansus ditengah COVID. “Pansus ?,” singkat ketua fraksi Golkar itu.

Ketua fraksi PKB Ary Sahertian yang juga anggota Pansus mengaku, dirinya sempat bertanya ke pimpinan Pansus terhadap proses keberangkatan. Tapi pimpinan Pansus menjawab kepadanya dan beberapa anggota Pansus, tidak ada informasi keberangkatan.

“Tapi nyatanya setelah pagi kita datang, ada yang berangkat. Teman-teman Pansus lain cukup banyak tidak berangkat. Saya tidak tahu itu pimpinan DPRD dan pimpinan Pansus saja kah, dan dalam kepentingan apa. Tetapi konsekuensi tugas kita itu mestinya kolektif kolegial,” tanya dia.

“Kita bagian dari Pansus yang bertanggungjawab bagi lembaga ini dan rakyat. Dan kalau kemudian ada konsekuensi keberangkatan yang pada sebagian besar anggota Pansus seng tahu, ini juga hal yang tidak benar,” sesal anggota DPRD dua periode dapil Nusaniwe. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed