by

Pangdam: TNI-Polri Siap 24 Jam Hadapi Bencana

AMBON,MRNews.com,- Panglima Kodam (Pangdam) XVI/Pattimura Mayjen TNI Marga Taufiq menegaskan, instansi yang paling siap dan sigap dalam menghadapi segala macam ancaman termasuk gempa bumi adalah TNI dan Polri. Untuk itu koordinasi dan komunikasi dari seluruh instansi terkait sangat diperlukan.

“Kami TNI dan Polri ini, siap 24 jam dalam segala situasi termasuk bencana. Kami juga selau hadiri ditengah-tengah masyarakat dalam situasi apapun, untuk itu mari kita koordinasi dengan baik, karena yang terjadi saat ini merupakan tanggungjawab kita bersama,” tegasnya saat bakumpul dan doa bersama untuk bencana gempabumi Maluku di kediaman Kapolda Maluku kompleks ksatrian Edi Susanto Tantui Ambon, Sabtu (12/10) malam.

Pernyataan itu diakui Pangdam perlu disampaikan sebab pasca gempa bumi 6.5 SR 26 September lalu, tidak ada ruang komunikasi Kepala BPBD Maluku Farida Salampessy dengannya. Padahal telah ada inisiatif dari TNI menanyakan via WhatsApp juga SMS bagaimana peran institusi yang dipimpinnya karena sudah disiapkan kekuatan termasuk posko utama di Makorem 151/ Binaiya guna membantu pemerintah tetapi tidak ada respons sama sekali.

“Dalam kondisi bencana seperti ini, komunikasi dengan pihak TNI dan Polri sangat penting. Selain karena Pangdam punya helicopter tetapi Kodam memiliki satuan Detasmen Zipur yang siap membantu pemerintah termasuk juga Polri. Jadi kalau hari pertama aksesnya tertutup saya panggil ibu ataukah Gubernur dan Kapolda untuk naik helikopter saya untuk kita pantau, tapi kalau ibu tidak koordinasi wah bagimana. Tapi apapun alasannya kami siap membantu,” tukas mantan Panglima Devisi II Kostrad.

Lebih lanjut Pangdam mengaku, doa merupakan salah satu upaya untuk selalu mendekatkan diri kepada sang khaliq, dalam menghadapi musibah gempa bumi yang terjadi di kota Ambon, Malteng, SBB, dan sejumlah wilayah lain baik di Maluku maupun Indonesia secara umum.

“Apresiasi pak kapolda yang sudah melaksanakan doa bersama ini. Kegiatan-kegiatan ini juga akan terus kita laksanakan kedepan. Saya juga sudah memerintahkan seluruh prajurit khusus yang berada Muslim untuk selama berdoa di masjid-masjid, Kristen silahkan ke gereja-gereja maupun yang lainnya,” tuturnya.

Teman se-angkatan Kapolda di Akabri 1987 ini menambahkan, dirinya bersama Kapolda memiliki keinginan untuk kegiatan doa bersama juga dilaksanakan bersama-sama dengan masyarakat yang ada di tenda-tenda pengunsian.”Kita akan undang para tokoh agama juga untuk kita hadiri ditengah-tengah pengunsi untuk melaksanakan doa bersama ini,” tutupnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed