by

Pandemi Covid-19, Angka Kasus HIV/AIDS di Maluku 2020 Turun

AMBON,MRNews.com,- Adanya pandemi Covid-19 yang mewabah termasuk di Maluku menjadi salah satu faktor turun atau rendahnya angka kasus HIV/AIDS di Maluku hingga Oktober 2020.

Pasalnya, kasus HIV/AIDS di Provinsi Maluku per Oktober 2020 sejauh ini mencapai 396 kasus. Terdiri dari 342 kasus HIV dan 54 kasus AIDS. Jumlah tersebut turun bila dibandingkan tahun 2019.

Kepala seksi pemberantasan penyakit menular dinas kesehatan (Dinkes) Maluku Hengky Birahi mengungkapkan, dari catatan itu, terbanyak ada di Kota Ambon dengan 226 kasus, diikuti Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) 42 kasus, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) 42 kasus, Kabupaten Kepulauan Aru 25 kasus.

Kemudian Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) 16 kasus, Kota Tual 15 kasus, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) 14 kasus, Kabupaten Buru 5 kasus, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) 4 kasus, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) 4 kasus dan terakhir Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) 3 kasus.

“Bila dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 565 kasus, angka itu turun di 2020. Bahkan dalam beberapa tahun ke belakang juga dari 2016-2018, angka kasus di 2020 ini rendah, mungkin karena faktor adanya pandemi Covid-19. Tertinggi ada di tahun 2017 dengan 776 kasus,” jelas Birahy kepada awak media di aula kantor Dinkes Maluku, Selasa (1/12).

Jika diklasifikasi sesuai jenis kelamin, menurut Birahy, paling rentan terinfeksi HIV/AIDS yaitu laki-laki sebanyak 196 orang dan perempuan 146. Dengan faktor resiko tinggi ada pada heterosex 285 kasus, homosex 48 kasus dan perintal 9 kasus.

Dimana usia 25-49 tahun yang sangat potensial dengan 222, diikuti usia 20-24 sebanyak 82 orang, usia 50 tahun keatas 12 orang, 15-19 tahun 12 orang, usia dibawah 4 tahun 9 orang dan 4 orang rentan 5-14 tahun.

“Catatan kami, sampai hari ini ada 112 unit pelayanan kesehatan (UPK) yang terbuka untuk layanan tes HIV terdiri dari 13 rumah sakit, 97 Puskesmas, 1 balai kesehatan paru dan 1 klinik swasta. Tersebar di 10 kabupaten/kota kecuali kabupaten SBB,” bebernya.

Sementara layanan perawatan dukungan dan pengobatan (PDP) tambah Birahy, ada 11 UPK; 7 RS, 3 PKM dan 1 klinik swasta tersebar di 5 kabupaten/kota yaitu Ambon, KKT, Malra, Aru dan Malteng.

“Sedangkan layanan infeksi menular seksual (IMS) ada 66 UPK terdiri dari 3 RS, 62 Puskesmas dan 1 klinik swasta, tersebar di 7 kabupaten/kota,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed