by

Palsukan Dokumen Dana Partai, Polda Maluku Waktu Dekat Tetapkan Boreel Tersangka

AMBON,MRNews.Com.-Kapolda Maluku melalui Ditreskrimum Polda Maluku dalam waktu dekat akan menetapkan Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD),Laurens HK Boreel sebagai tersangka dalam perkara pemalsuan dokumen partai Nasdem tahun 2015 yang dilaporkan mantan Ketua DPD Partai Nasdem MBD tahun 2015,Fery Letelay beberapa bulan kemarin.

Menurut pernyataan tim penyidik Polda Maluku yang menangani perkara ini,penetapan tersangka dilakukan setelah mereka memeriksa dua saksi, masing-masing Sekwan Kabupaten MBD,Ary Joklely  dan Ruluf Latuhasan  Kepada Desa Patti,Kecamatan Moa,Kabupaten MBD.

“Jadi kata penyidik,nanti dipanggil dua saksi (sekwan dan Kades Patty) untuk dimintai keterangan.setelah itu penyidik langsung ambil sikap.karena dong (mereka) bilang  ini pidana murni,”Kata Hermanus Lekipera Wakil  Ketua DPRD MBD,usai diperiksa sebagai saksi di Polda Maluku kepada wartawan, Selasa (24/7) kemarin.

Menurut Lekipera,Berkaitan dengan laporan yang dilaporkan Fery Letelay di Polda Maluku,dirinya dipanggil menjadi saksi dan diperiksa tim penyidik Ditreskrimsus.materi pemeriksaan seputaran dokumen pemalsuan yang dilaporkan Mantan Ketua DPD Fery Letelay  dengan melaporkan saudara Laurens Boreel yang biasa disapa Oyang Boreel.

“Jadi saya, diperiksa seputaran materi pemalsuan dokumen. Kata penyidik  setelah dua orang saksi diperiksa untuk menaikan status kasus  ini dari penyelidikan ke penyidikan,langsung gelar perkara untuk penetapan tersangka,”Katanya.

Lekipera melanjutkan sesuai dengan bukti-bukti yang menjadi berkas laporan saudara Fery Letelay ada juga Sekertaris Wilayah (Sekwil) DPW Partai Nasdem terterah dalam kwitansi tersebut.

“Ada satu kwitansi juga terterah nama Sekwil DPW Nasden didalamnya.jadi prinsipnya kita tunggu saja.dan apabila saya dipanggil kembali untuk dimintai keterangan.saya siapa!

Dan semua ini saya serahkan ke aparat Hukum Polda untuk menangani perkara ini dengan sebijak-bijaknya,”Tukas Lekipera.

Sementara terpisah  salah satu sumber di DPW Partai Nasdem Maluku mengatakan,jika nantinya Kader-kader Nasdem yang kedapatan melakukan perbuatan melanggar hukum.maka sudah pasti Partai akan menyatakan sikap kepada orang tersebut.karena berkaitan dengan tahun-tahun Politik di 2019 nanti sehingga nama partai harus  dijaga.

“Visi Partai  Nasdem Restorasi Indonesia.makanya kalau siapa-siapa kedapatan buat pelanggaran pidana.maka pastikan kami langsung keluarkan dia dari partai.dan langsung proses pemecatan jalan,”tandas sumber di DPW  Nasdem kepada awak media,Rabu (25/7) siang.

Jika memang masalah ini terbukti lanjut sumber,segera melaporkan saja ke Kejaksaan setempat dengan mengajukan surat pengaduan ke kejaksaan demi memproses kasusnya.

“Masukan saja surat pengaduan ke Kejaksaan.itu tidak lama-lama,pasti langsung mereka presure dan kasus ini tuntas secepatnya,”Tukas Sumber menolak namanya dipublis.

Sebelumnya,Hermanus Lekipera meminta kepada Kapolres Kabupaten MBD untuk menetapkan Ketua DPD Nasdem MBD, Laurens HK Boreel sebagai tersangka pada kasus yang sama.

Menurut Lekipera,Laporan Polisi yang masuk di Polres MBD  yakni, melaporkan Laurens HK Boreel selaku mantan bendahara dan mantan ketua DPD Nasdem MBD, Ferdinand  alias Fery Letelay terkait  penggelapan uang  partai Nasdem sebesar Rp.75.800.000 serta pemalsuan dokumen Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) fiktif dana Partai Nasdem MBD tahun 2015.

“Awalnya saya laporkan perkara ini di Polres MBD itu Oyang Boreel dan Fery Letelay.tapi setelah saudara Fery diperiksa penyidik Polres.dirinya mengatakan bahwa tidak tahu sama sekali soal dana partai dan Dokumen pemalsuan tersebut.makanya saudara Fery Letelay merasa dirugikan makanya beliau melaporkan kembali Boreel di Polda Maluku,terkait pemalsuan dokumen partai,”Kata Lekipera kepada wartawan di Ambon,Rabu (25/7) petang.

Lekipera menambahkan, Laporan LPJ fiktif yang dilaporkan ke Polres MBD didalamnya termuat item-item kegiatan berupa kegiatan seminar tatap muka menggunakan dana sebesar Rp.15.800.00, kegiatan lokakarya Rp.7.500.00, dialog interaktif Rp.7.500.000.00, Workshop Rp.10.000.000, kegiatan keperluan alat tulis kantor Rp.770.000.00, kemudian transportasi dalam rangka mendukung operasional sekertaris Rp.7. 500.000,00, belanja akomodasi konsumsi Rp.730.000.00, belanja pemeliharaan data dan arsip Rp.1.000.000, dengan total sebesar Rp.75.800.000,00. Item-item kegiatan tersebut  merupakan hasil manipulasi yang termuat dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ)  fiktif DPD partai Nasdem MBD yang dilaporkan di Polres MBD.Tutup Wakil rakyat Dapil Kisar,Wetar dan Romang itu.(MR-03).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed