by

Optimis Juli Zonasi Ambon Kuning atau Hijau, BTM Jalan

AMBON,MRNews.com,- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon optimis pada Juli mendatang zonasi kota Ambon yang saat ini orange sudah turun ke kuning bahkan hijau sehingga belajar tatap muka (BTM) sesuai rencana pemerintah pusat bisa dijalankan.

“Kita tetap beroptimis, Juli bisa berada pada zona yang lebih baik kuning, kalau bisa sampai dizona hijau. Jika Juli kita sudah ada dizona kuning atau hijau, kita akan lakukan belajar tatap muka dengan ujicoba,” tandas Wakil Walikota Ambon Syarif Hadler kepada media ini di Ambon, Rabu (10/3).

Menurutnya, Pemkot Ambon harus siap dengan berbagai kebijakan yang ditetapkan pemerintah pusat (Pempus) termasuk soal penerapan belajar tatap muka.

“Tapi kalau pada Juli mendatang zona kita masih orange, tentu kita akan meminta Pempus untuk mempertimbangkan agar belajar tatap muka bisa ditunda sebentar untuk kota Ambon atau tetap belajar daring,” jelas Hadler.

Dinas kesehatan (Dinkes) kata dia sudah kerahkan seluruh tenaga untuk terus melakukan apa yang harus dijalankan, termasuk vaksin Covid-19 bagi petugas pelayanan publik yang dimulai dengan guru dan tenaga kependidikan. Menandakan Kota Ambon siap ujicoba belajar tatap muka.

“Range waktu Maret-Juli cukup panjang. Itu yang kita lakukan sekarang. Upaya dan ikhtiar vaksinasi Covid-19. Ini kan salah satu diantaranya adalah upaya untuk menurunkan tingkat penyebaran Covid-19 di kota Ambon,” ungkap ketua DPW PPP Maluku.

Mengenai evaluasi Pemkot terhadap efektivitas belajar daring atau online yang berjalan setahun karena Pandemi Covid-19, diakui Hadler, secara umum efektif.

“Memang untuk efektif 100 persen sangat tergantung dari fasilitas dan kemauan orang tua. Sebab itu bisa saja akan jalan dua opsi kedepan bersama, belajar daring dan tatap muka. Tapi tentu ada beda keduanya,” ujar mantan anggota DPRD Maluku.

Meski demikian, Hadler tidak menampik bila yang paling efektif memang adalah belajar tatap muka. Sebab ada interaksi langsung antara guru dan siswa, sementara daring sering terkendala jaringan, pulsa dan masalah teknis lainnya.

“Tidak serta merta karena Pempus sudah tetapkan belajar tatap muka Juli lalu kita ikuti. Sekali lagi kita sesuaikan dengan kondisi penyebaran Covid-19 dan fluktuasi zonasi kita. Kalau masih tetap dizona orange, maka kita akan pertimbangkan,” bebernya.

Tentu tambah Hadler, Dinkes dan para ahli epidemiologi akan memberi pertimbangan kepada Pemkot, apa kebijakan yang akan dilakukan sesuai keputusan Pempus soal belajar tatap muka.

“Itu yang selalu saya bilang, mari jadi dokter bagi diri sendiri dan keluarga kita dengan tetap taat protokol kesehatan (Prokes). Kalau semua keluarga menjaga itu, saya kira tidak sampai waktu lama kita bisa terbebas dari penularan virus Corona,” pesannya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed