by

Operasi Yustisi di Amplaz Nihil Pelanggar Prokes

AMBON,MRNews.com,- Koordinator fasilitas umum Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Ambon Richard Luhukay mengaku, dari operasi yustisi yang dilakukan di Ambon Plaza (Amplaz), pihaknya tidak menemukan satupun pelanggaran protokol kesehatan ditempat tersebut.

“Hari ini kita telah operasi yustisi di Amplaz. Tidak ada pelanggaran. Tapi, kami tetap himbau masyarakat di Amplaz dan sekitar agar disiplin Prokes sebagaimana mestinya guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” akui Luhukay usai operasi yustisi di Amplaz, Selasa (19/1).

Luhukay mengaku, Satgas Covid-19 minim petugas karena sementara ini mengawal proses vaksinasi di Puskesmas dan Faskes lainnya. Demikian juga fasilitas berupa mobil ambulance sehingga sanksi Rapid tes ditempat tidak jalan dan menyesuaikan sementara waktu.

“Kalau pun ketika kami dapati ada pelanggar, kami menghimbau dan tindak ditempat dengan sanksi lainnya. Pantauan kita terutama di Amplaz, lokasi ramai di Matahari Store. Mereka sudah lakukan Prokes sesuai prosedur,” tukasnya.

Namun telah diusulkan opsi lain agar bisa mengurai pengunjung yang ramai pada satu titik agar tidak terjadi penumpukan.

“Tadi tidak ada pelanggaran (di Amplaz-red), cuma di moda transportasi saja,” ujarnya.

Rapid ditempat tambah Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Ambon ini, hanya akan ditiadakan dalam sisa waktu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi tahap 13, yang sedang berjalan saat ini.

“Nanti kalau sudah masuk PSBB tahap 14, baru kita upayakan lagi untuk sanksi rapid ditempat bisa diterapkan seperti biasa. Ini sementara saja, kita sesuaikan. Karena berbagai alasan. Kita sanksi sosial dan administrasi saja dulu,” jelas Richard.

Sementara Store Manager Matahari Ambon Plaza Nugroho mengakui, sejauh ini pihaknya tetap menjalankan protokol kesehatan karena sesuai SOP baik bagi karyawan maupun untuk customer wajib pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed