by

Operasi Yustisi Awal Tahun, 86 Warga Ditindak, 13 Reaktif Rapid

AMBON,MRNews.com,- Memasuki awal tahun baru 2021, pemerintah kota (Pemkot) Ambon melalui Satgas Covid-19 terus intensifkan operasi Yustisi terutama penggunaan masker.

Hasilnya, 86 orang warga kota ditindak dengan sanksi Rapid tes ditempat karena tidak memakai masker. 13 orang diantaranya reaktif. Hal itu diungkapkan koordinator fasilitas umum Satgas Covid-19 Richard Luhukay.

“Operasi Yustisi kita lakukan pada dua lokasi yakni, kawasan Jl. Pattimura dan depan kantor Telkomsel-Talake. Untuk di jalan Pattimura 66 warga terjaring. Sedangkan di Talake 20 warga. 86 itu kemudian di Rapid, hasilnya 13 reaktif,” beber Luhukay kepada wartawan di Balaikota Ambon, Senin (4/1).

Dari 13 orang yang reaktif, sebutnya, 12 diantaranya sudah langsung diarahkan untuk jalani Swab tes di dinas. Sementara 1 orang karena melihat ada celah dari pantauan petugas, berhasil kabur. Namun identitas yang bersangkutan sudah dikantongi.

“Memang ada satu yang melarikan diri. Maksudnya tidak terpantau petugas tiba-tiba dia hilang. Tapi kita sudah kantongi identitasnya. Lebih lanjutnya bukan kewenangan kami, itu dinas kesehatan,” ujar Plt Kadispora Kota Ambon.

Meski kebijakan Rapid ditempat terlaksana hampir dua bulan lebih, dan penetapan penggunaan masker sejak awal Covid-19 ini masuk kota Ambon, namun masih banyak ditemukan masyarakat yang melanggar dan bahkan melakukan adu argumen dengan petugas saat terjaring.

“Dari disini kami bisa melihat selama beberapa bulan terakhir ini masyarakat kota Ambon masih belum patuh. Padahal kesadaran diri untuk jalankan protokol kesehatan sangat penting,” tandas Luhukay.

Tagal itu, mantan Sekdis Satpol PP kota Ambon pun mengimbau masyarakat agar tidak bosan menjalankan protokol kesehatan yakni disiplin memakai masker, disiplin mencuci tangan, disiplin menjaga jarak dan menjauhi kerumunan agar dapat terhindar dari penyebaran Covid-19.

“Demi kesehatan dan kenyamanan diri, keluarga serta orang disekitar kita, apalagi wabah Pandemi Covid-19 yang belum berakhir, kami berharap masyarakat tidak jenuh lakukan Prokes Covid-19. Itu bentuk dukungan bagi pemerintah dalam upaya bersama memutus rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed