by

OKP Cipayung+ Minta Pemprov Maluku Serius Persiapkan MTQ Provinsi di KKT

AMBON,MRNews.com,- Organisasi Kepemudaan (OKP) Cipayung Plus Kota Ambon meminta pemerintah provinsi (Pemprov) Maluku dan lembaga pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Maluku serius mempersiapkan pelaksanaan Mushabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Provinsi Maluku ke-29 yang rencananya akan dilaksanakan Juni 2021 di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT).

Desakan dan permintaan OKP Cipayung Plus itu terdiri dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM).

Ketua PMKRI Cabang Ambon Urbanus Metintomwat katakan, pihaknya secara khusus mengapresiasi pemerintah dan masyarakat KKT yang sudah bersedia menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ provinsi Maluku ke-29, meskipun daerahnya bukan diisi mayoritas umat Muslim yang hanya 5 persen, tapi lebih banyak warga Kristen Protestan 46 persen, Kristen Katolik 45 persen dan agama lainnya 5 persen.

“Kami mendorong agar Pemda Maluku dan LPTQ segera melakukan rapat koordinasi antara tim Kabupaten dan provinsi mempersiapkan event tersebut. Sebab waktunya tersisa 5 bulan saja dan sepertinya tidak ada gerakan apa-apa, meski kondisi Pandemi Covid-19. Padahal itu event besar, jangan dianggap remeh,” harapnya didampingi pimpinan OKP kepada wartawan di Ambon, Sabtu (16/1/2021).

Inisiatif mempresure Pemda Maluku soal itu kata dia, perlu dilakukan OKP Cipayung Plus yang ada di Kota Ambon karena MTQ ini event provinsi dan Ambon adalah ibukota provinsi yang suaranya harus digaungkan.

Pasalnya MTQ dirasakan adalah event milik bersama semua warga Maluku untuk disukseskan sebagai bukti daerah laboratorium kerukunan umat beragama.

Sementara itu, sekretaris DPC GMNI Ambon Albertus Pormes menambahkan, berkaitan event MTQ provinsi Maluku ke-29, ini harus diberikan dukungan penuh kepada pemerintah KKT sehingga MTQ ke-29 harus berjalan maksimal walaupun dalam masa Pandemic Covid-19 tapi selaku daerah yang menjunjung toleransi antar umat beragama maka support sangat penting.

“Harus ada kerjasama antara Pemda Maluku maupun pemerintah KKT agar pelaksanaan event keagamaan ini dapat berjalan maksimal. Kita minta juga Pemda dan DPRD Maluku memberi dukungan penuh secara politik anggaran dan kebijakan lainnya berkaitan dengan event tersebut. Tanpa dukungan anggaran, bulshit semuanya. Dukungan dan doa masyarakat Maluku untuk event itu sangat diharapkan,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed