by

Oknum Anggota TNI Terlibat Penjualan Amunisi ke KKB Terancam Dipecat

AMBON,MRNews.com,- Satu oknum anggota TNI AD atas nama Praka MS dari Yonif 733 Masariku diduga ikut terlibat dalam penjualan amunisi 200 butir peluru dari total 600 butir hingga bisa sampai ke tangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Bintuni Papua Barat.

Praka MS pun terancam dipecat sebagai anggota TNI yang merupakan hukuman tambahan selain hukuman pidana karena tindakan tersebut melanggar aturan UU.

Hal itu ditegaskan Danpomdam XVI/Pattimura Kolonel CPM Johnny Paul Pelupessy.

“Mengenai 600 butir amunisi yang jadi satu kesatuan dari Senpi yang dijual ke Papua, untuk kepemilikannya dimiliki Praka MS dari satuan Yonif 733 Masariku 200 butir, dikumpulkan dari latihan menembak. Sisanya akan kami dalami,” ujar Pelupessy kepada awak media di Mapolresta Ambon, Selasa (23/2).

Praka MS sebut Pelupessy, saat ini sudah ditahan di Pomdam. Karena kemarin malam baru diterima informasi, pihaknya sampai saat ini masih dalami apakah ada keterlibatan anggota TNI lainnya untuk kepemilikan amunisi ini.

“Sementara yang bersangkutan belum bisa kami hadirkan ditempat ini. Tapi nanti kalau rekan-rekan mau melihat nanti bisa datang ke Pomdam,” tukas Danpomdam.

Akan tetapi dari hasil penyelidikan sementara, kata dia, Praka MS yang sendiri kumpulkan amunisi saat latihan, tidak melibatkan orang lain kurang lebih 200 butir. Untuk kemudian dijual ke pihak lain.

“Jadi setelah dapat amunisi dari latihan, dia sembunyikan dilokasi yang aman dan ambil lagi dimalam hari setelah latihan tanpa ketahuan. 200 butir berhasil dikumpulkan MS, sisanya akan kami dalami termasuk menelusuri pihak lain yang terlibat,” janjinya.

Keterlibatan oknum anggota TNI dalam kasus tersebut kata Danpomdam, juga sudah jadi perhatian KASAD dan Panglima TNI. Sebab itu, sesuai perintah langsung dari KASAD melalui Panglima bahwa yang bersangkutan apapun hukuman pidana didapat, tambahannya adalah pemecatan.

“Jadi tidak main-main. Tegas bahwa apabila ada anggota TNI yang menjual amunisi atau Senpi dengan maksud apapun, apakah itu misalnya keinginannya, awalnya bukan untuk KKB atau bagaimana tapi tetap bagi kegiatan menjual amunisi dan Senpi, hukumannya adalah pemecatan,” tegas Pelupessy. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed