by

November Lokalisasi Tanjong Tutup, Pemkot Mulai Sosialisasi

AMBON,MRNews.com,- Penutupan lokalisasi tanjung Batu Merah bakal dilakukan pada bulan November mendatang atau lebih cepat dari yang direncanakan oleh pemerintah kota (Pemkot) Ambon. Pemkot pun mulai resmi melakukan sosialisasi kepada 93 pekerja seks perempuan (PSP) dan keluarga, pengasuh Wisma dan warga masyarakat sekitar lokalisasi terkait rencana penutupan lokalisasi, Sabtu (19/10/19) malam.

Sosialisasi dilakukan Walikota Ambon bersama Wakapolres Pulau Ambon dan Pp Lease Kompol Ferry Mulyana Sunarya, Dandim 1504/Ambon Letkol Inf Cecep Tendi Sutandi, Ketua DPRD Kota Ambon sementara Ely Toisuta, Ketua MUI Kota Ambon Muhammad Rahanyamtel dan Sekretaris Kota (Sekkot) A.G. Latuheru. 

Walikota Richard Louhenapessy katakan, sosialisasi ini supaya semua tahu rencana penutupan lokalisasi. Sebab ini masalah di lokalisasi tanjong yang harus segera ditangani dan tanggungjawab bersama bukan cuma masyarakat. Maka tak salah bila apresiasi diberi pada MUI, Polres, Kodim dan masyarakat Batu Merah yang mendorong Pemkot agar tanjong ini harus tinggal kenangan dan jadi bagus di kedepan. Dalam semangat kesamaan, lalu ingin menutup lokalisasi agar jauh lebih baik lagi. Pasalnya kebijakan penutupan lokalisasi bukan datang dari Pemkot tapi merupakan kebijakan nasional. Sebab dari 186 tempat lokalisasi, tersisa 16 saja yang belum ditutup termasuk di Ambon.

“Maka atas usulan MUI dan masyarakat Pemkot akan ambil kebijakan sama tutup. Kita tidak buat seenaknya. Sebab kedepankan potong dikuku rasa di daging. Kita sudah mempersiapkan semua dengan baik. Dalam waktu dekat, kita akan beri petunjuk bagaimana PSP diatur dan dikembalikan ke tempat masing-masing. Nanti pemerintah pusat akan fasilitasi. Pemkot tidak tutup mata, lepas tangan tapi buat pemberdayaan yang bisa bermanfaat dan layak kedepan. Teknisnya akan diatur perlahan sampai November kita harap sudah close. Setelah sosialisasi, ada kegiatan teknis yang dikoordinir Dinsos, Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Barulah bertahap para PSP dipulangkan,” paparnya.

Sementara Wakapolres Ambon Kompol Ferry Mulyana Sunarya sebut Polres Ambon mendukung langkah penutupan lokalisasi tanjong Batumerah dan mengharapkan masyarakat bahkan pekerja pun mensupport sebab tujuannya baik untuk penataan kota. “Memang tingkat kriminalitas berkurang, tapi upaya proteksi penting sebab potensi lokalisasi membuka beredarnya narkoba. Jangan sampai berpengaruh pada psikologis anak kita. Dengan lingkungan baik pasti akhirnya juga baik bagi anak-anak,” ujarnya.

Senada, Dandim 1504/Ambon Letkol Inf Cecep Tendi Sutandi mengaku, apa yang jadi kebijakan Pemkot, Kodim siap mendukung karena berkaitan dengan penataan dan perbaikan kota. Apalagi sosialisasi ini pun jadi bagian dari komunikasi sosial guna mewujudkan ketahanan sosial masyarakat. Tentu dalam setiap kebijakan, pro kontra pasti ada dan wajar,” jelas Dandim.

Sementara, pengasuh wisma lokalisasi tanjong Batumerah Maya menyatakan, untuk hal baik yang dilakukan pemerintah tentu dukung sebagai kewajiban warga kota. Hanya pemerintah juga perlu serius memperhatikan dan tidak tutup mata terhadap hak atau ganti rugi bagi penghuni, PSP khususnya, serta secara manusiawi diatur pemulangan.

“Mau tidak mau kami harus ikuti. Tapi kami semua juga ada hutang di bank dan koperasi, bagaimana membayarnya jika lokalisasi tutup apalagi sampai disita rumah kami disini. Ini pekerjaan kami. Juga bagaimana proses pemulangan PSP ke daerah masing-masing dan sudah berKTP Ambon. Harus manusiawi dan ganti ruginya,” harap Maya yang turut diamini seorang PSP, Puji. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed