NasDem-PDIP Diprediksi Raih Kursi Pertama & Kedua DPR-RI

AMBON,MRNews.com,- Partai NasDem dan PDI Perjuangan diprediksi menjadi peraih kursi pertama dan kedua untuk DPR-RI dapil Provinsi Maluku pada Pemilu 17 April 2019 mendatang. Dengan persentase sementara partai NasDem 13,91 persen dan PDI Perjuangan 12,35 persen. Keduanya memiliki persentase suara yang tidak terlalu jauh yakni hanya selisih 1,56 persen. Sehingga kemungkinan saling bertukar posisi bisa terjadi.

Sementara kursi ketiga dan keempat, diunggulkan didapat oleh PKS dengan 8,60 persen dan partai Golkar 8,34 persen. Sedangkan lima partai menguntit persentase perolehan keduanya, yakni partai Hanura 7,36 persen, partai Demokrat 7,33 persen, partai Gerindra 7,30 persen, PKB 6,18 persen dan PPP 5,51 persen. Akan tetapi, persentase tersebut baik calon pemilik kursi ketiga dan keempat maupun pertama- kedua masih bisa terkejar karena swing voters masih tinggi.

“Berdasarkan temuan survey masyarakat yang belum menentukan sikap/pilihan sebesar 17,20 persen (217,728) dan yang terkoreksi/swing voters sebesar 7,01 persen (88,725) dan jika diakumulasikan voters yang digarap sebesar 24,21 persen (306,453). Dengan begitu, kemungkinan terjadi saling kejar dan tukar posisi bisa terjadi diantara pemilik kursi pertama dan kedua, demikian pula ketiga dan keempat dengan dibawahnya,” tandas Direktur Parameter Konsultindo Wilayah Maluku-Maluku Utara, Edison Lapalelo dalam presentase hasil survey di Manise Hotel, Sabtu (13/4/19).

Sementara diakuinya, segmentasi kesamaan suku dan jazirah/wilayah masih sangat dominan dalam persepsi pemilih 34,6 persen, diikuti segmentasi agama 29,3 persen, kesamaan ideologi dan politik 13,2 persen, kinerja kerja/rekam jejak 10,2 persen, transaksional 8,3 persen dan lainnya 4,4 persen. Ditemukan pula potensi transaksional politik masih jadi trend dan cakapan di masyarakat. Dari 8,3 persen pilih karena transaksional, terdapat 76,3 persen dengan transaksi tidak langsung, 23,7 persen langsung. Dimana 55,8 persen menerima tapi tidak memilih orang yang memberi sementara 44,2 persen menerima dan memilih yang memberi.

“Sampai saat ini, calon DPD serta partai dan caleg DPR-RI, DPRD provinsi dan kabupaten/kota tertentu mempunyai peluang yang sama untuk menjadi pemenang di Dapil. Victory gate masing-masing calon DPD, partai dan caleg DPR-RI, provinsi dan kabupaten/kota terbaca dengan baik, tergantung pemetaan dan strategi calon dan partai dalam sisa waktu konsolidasi kampante dengan memperhatikan pergerakan dari celebrity endors,” jelasnya.

Ditambahkannya, trend percakapan perubahan dari generasi milenial dan perempuan di Dapil sangat berdampak pada pencitraan dan segmentasi politik. Sementara migrasi suara dari Caleg ke Caleg berdasarkan situasi politik terdapat 41,7 persen dapat bermigrasi sementara 38,3 persen telah tetap pada pilihannya, juga ditemukan pemilih terbuka sebesar 64,1 persen dan pemilih tertutup 35,9 persen.

“Lima hal yang dapat membuat migrasi atau perpindahan suara yakni blunder partai dan Caleg, blunder politik kerabat atau tim pemenangan, konflik area, commond issue dan commond interest, situasi politik nasional serta kebijakan dan intervensi sistem. H-3 tindakan treatmen tertutup yang baik menjadi penentu posisi elektoral saat ini bergeser atau bertahan,” pungkasnya.

Diketahui, responden yang ditemui di lapangan sebanyak 1200 sampel di 11 kabupaten/kota di Maluku, terbanyak di tiga kabupaten/kota dengan pemilih terbanyak yakni kota Ambon, Malteng dan SBB. Survey dari 1-8 April 2019 lewat tatap muka dan kuesioner. Dengan margin of eror kurang lebih 3 persen, tingkat kepercayaan 95 persen. Metodenya multi stage random sampling. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *