Musim Hujan, Pengungsi Waai & Kairatu Butuh Tenda-Selimut

AMBON,MRNews.com,- Maluku mulai memasuki musim penghujan. Ribuan pengungsi korban gempabumi di beberapa lokasi misalnya di Negeri Waai Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah dan Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) pun meradang sebab hanya tidur di alam terbuka beralaskan terpal dan tikar seadanya yang dibantu. Kedinginan akibat hujan pun mulai terasa menusuk jantung, bahkan warga khususnya anak-anak pun sudah terserang berbagai macam penyakit seperti diare dan gatal-gatal.

Meskipun sudah ada bantuan yang disalurkan dari berbagai pihak, namun dirasakan masih kekurangan sebab harus dibagi merata untuk banyak orang. Para pengungsi di kedua negeri itu pun mengharapkan adanya bantuan tenda darurat, terpal, selimut, obat-obatan dan tenaga medis bagi yang kena luka bakar dan patah tulang.

Salah satu Warga Waai Eka Kaitjili yang mengungsi di jalan Tani mengaku masyarakat yang ada disana masih memerlukan bantuan karena persediaan terbatas dari bantuan yang didapat sebelumnya. Karena harus dibagi merata. Misalnya, tenda darurat, terpal atau tikar, selimut, makanan untuk bayi atau anak-anak serta obat-obatan. Apalagi di musim penghujan yang sudah ada ini, harus menahan dingin kena hujan. 

“Orang Waai satu negeri khan mengungsi di beberapa lokasi. Di jalan mau ke rumah pohon, deng katong di camp 3-4 sini jalan Tani. Kalau disini memang bantuan kurang terlalu banyak berdatangan, lebe banyak disana karna posko induk. Tapi ada juga yang su bantu untuk katong yang disini dan bersyukur. Mar memang kalau musim hujan ini warga sangat perlu itu tenda, tikar, terpal, selimut dan obat-obatan. Sebab ada yang terpal su bocor, kalau hujan balandong,” ujarnya kepada media ini, Minggu (6/10/19).

Jop Pattireuw, warga Waai lainnya yang jadi korban luka bakar ringan juga mengharapkan adanya bantuan darurat dari pemerintah dan berbagai pihak yang sangat diperlukan khusus di jalan Tani camp 3 dan 4 seperti tenda, selimut, tikar dan obat-obatan atau para medis. Sebab di musim hujan sangat menyulitkan warga.

Sama halnya dengan di Waai, sekretaris klasis GPM Kairatu Pendeta Tely Ruspanah mengaku, kurang lebih 4 ribu umat di klasisnya yang mengungsi ke gunung atau hutan masih membutuhkan bantuan darurat seperti selimut, terpal, tenda, obat-obatan dan medis, tikar, penerangan, MCK, makanan untuk bayi serta pampers. Pasalnya sekarang banyak warga sudah terserang sakit seperti batuk, flu dan diare. Belum lagi bantuan dari pemerintah pun diterima seadanya dan terbatas.

“Kalau bantuan dari Pemkab SBB khan untuk satu KK indomie dua bungkus dan beras 3 kilogram, itu mana cukup bagi warga. Bupati dan wakil bupati juga belum pernah turun cek warga yang mengungsi keadaan bagaimana. Lokasi lain malah sering didatangi. Padahal bantuan darurat sangat diharapkan terutama hadapi musim hujan ini,” bebernya saat didatangi rombongan GAMKI Maluku dan Kota Ambon yang membawa bantuan kemanusiaan. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *