by

Murad Ismail: Saya Tidak Berpikir 2024

-Politik-192 views

AMBON,MRNews.com,- Baru setahun lebih kepemimpinan Maluku dibawah komando Murad Ismail-Barnabas Orno berjalan, namun konstelasi menuju Pilkada Maluku 2024 sudah mulai menggeliat.

Murad yang juga ketua DPD PDI Perjuangan Maluku pun diisukan akan bertarung diperiode kedua. Namun beberapa nama juga mulai mengemuka dan banyak dibincangkan publik bakal menjadi lawan tanding mantan Dankor Brimob Polri.

Sebut saja wakil ketua DPD RI Nono Sampono, politisi Golkar Hamzah Sangadji yang digadang internal lewat Musda Golkar Maluku Maret lalu sebagai calon Gubernur, Michael Wattimena, fungsionaris DPP Demokrat yang sedang gencar-gencarnya aksi sosial bagi masyarakat diseantero Maluku.

Akan tetapi, bagi orang nomor satu di Maluku itu, masalah 2024 dianggap masih terlalu jauh dan belum terpikirkan. Sebab yang penting adalah menjalani masa saat ini disisa 4 tahun memimpin bersama Barnabas Orno.

“Masalah 2024, orang bilang begini, begitu tapi saya tidak berpikir 2024. Saya mau kasih tahu disini yah, saya tidak berpikir 2024,” ungkap Murad saat menghadiri peresmian Student Center GMKI Ambon, Sabtu (12/9).

Murad ingin fokus bekerja mewujudkan visi misinya bersama Orno. Termasuk dalam merealisasikan janji-janji kampanye. Agar masyarakat Maluku bisa merasakan dampak dari kerja nyata selama lima tahun.

“Saya mau bekerja dulu sampai selesai agar ada karya yang bisa dikenang. Untuk apa saya bekerja tapi tidak ada perkataan yang baik, tidak ada ucapan yang baik terhadap semua dedikasi, saya sudah berikan selama ini,” beber mantan Kapolda Maluku.

Nanti selanjutnya, tambah Murad, biarkan masyarakat Maluku sendiri yang akan menilai. Layak tidaknya melanjutkan lagi kepemimpinan di 2024-2029. Karena semua tentu proses yang menentukan, hasilnya akan baik jika proses itu juga berjalan baik dan berkesan.

“Nanti biarkan masyarakat sendiri menilai. Suka saya jadi Gubernur lagi atau tidak. Kalau tidak yah selesai saya berhenti dan saya kembali ke keluarga,” tutur Murad.

Menurutnya, sebagai pimpinan daerah dimanapun punya tugas utama biasa disebut 2+1 yakni harus mampu mengentaskan kemiskinan, mensejahterakan masyarakat serta menjaga dan mempertahankan sumberdaya alam (SDA) agar dapat dimanfaatkan generasi sekarang dan akan datang.

“Mindset saya, dihari terakhir kepemimpinan nanti saya mencoba membuat yang terbaik dan biarlah masyarakat Maluku bisa kenang karya yang ditinggalkan oleh Murad dan Orno,” kuncinya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed