Mucikari Eksploitasi Seksual Anak Diancam Pasal Berlapis

AMBON,MRNews.com,- Mucikari yang terlibat dalam kasus prostitusi dan ekspolitasi seksual anak di Kota Ambon, SH (25) telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Sat Reskrim dan telah ditahan di rumah tahanan (Rutan) Polres Pulau Ambon dan Pp Lease sejak dua hari lalu.

SH pun bakal dijerat dengan pasal berlapis, yakni pertama, pasal 2 UU no. 21 thn 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman hukuman paling lama 15 penjara. Kedua, pasal 88 UU no. 35 thn 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara dan ketiga, pasal 81 UU no. 35 thn 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.

“Selasa, 9 April 2019 sore di Bandara Pattimura Ambon, personil Polsek Sirimau dan Satreskrim Polres Pulau Ambon telah menangkap pelaku perdagangan orang dan eksploitasi seksual anak sebagaimana dimaksud dalam Ppasal 2 Undang-Undang nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dan Pasal 88 Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan telah ditahan di rutan,” ujar Kasubag Humas Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda Julkisno Kaisupy di Mapolres Ambon, Rabu (10/4/19).

Penangkapan SH, kata Julkisno, karena adanya laporan tanggal 1 April 2019 dengan TKP di rumah kosong kawasan Gunung Melintang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon 29 Maret lalu, libatkan korban NR (15), DA (14) tahun. Saat ini pun penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi dua korban dan saksi satu pelapor.

“Kejadian bermula dari keluarga korban NR yang melaporkan adiknya, telah dijual pelaku kepada laki–laki hidung belang untuk melakukan persetubuhan dan pelaku juga mengancam korban, jika tidak mau berhubungan seks dengan pelanggan maka pelaku akan menyebarkan video porno yang pelaku rekam saat korban NR disetubuhi laki – laki hidung belang,” tandas mantan Kapolsek Teluk Ambon itu.

Modus operandi yang dipakai pelaku tambah Julkisno, yaitu mencari korban anak dan pelaku bawa ke rumah kosong. Selanjutnya pelaku menyuruh korban menonton film porno kemudian pelaku mempertemukan korban dengan pelanggan (pria hidung belang). Korban lalu dipaksa berhubungan badan dengan pelanggan layaknya suami istri, dimana pelanggan memberikan bayaran sebesar Rp 150 ribu hingga Rp.200 ribu kepada korban namun pelaku mengambilnya.

“Tarif yang diberikan bervariasi mulai dari Rp.100 ribu-Rp.200 ribu, dimana keuntungan yang didapat pelaku SH,” kuncinya. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *