MP Jadi Bandar Besar Narkoba Sejak 2018

AMBON,MRNews.com,- Bripka MP (36), anggota Polri yang kabarnya adalah ajudan Wakil Gubernur Maluku, diketahui sudah menjadi bandar besar narkoba di Maluku sejak bulan November 2018. Bahkan, kediaman Wakil Gubernur yang berada di kawasan Karang Panjang pun dijadikan lahan pesta narkoba MP dan kawan-kawannya, yang akhirnya terungkap setelah diringkus Ditresnarkoba Polda Maluku, Senin (18/2/19).

“Mulai 2018 diakui tersangka. Sejak November 2018 itu, barangnya sudah habis. Baru kemarin lagi dapatnya. Pemakai, juga bandar, pengedar. Menurut tersangka, baru dua kali dia pesan barang ke AW, pemasok utama dari Jakarta. Pertama 50 gram habis, sekarang pesan 100 gram dan diringkus. Memang setiap kali kita tangkap pasti saja dibilang baru pernah pesan atau jadi bandar. Tapi kalau sudah ada alat timbangan berarti bandar. Kalau orang sudah ada kleming, berarti dia bandar. Itu saja,” ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Maluku, Kombes Pol Thein Tabero dalam keterangannya kepada awak media di Markas Ditresnarkoba Polda Maluku, Kamis (21/2/19).

Tersangka MP kata Thein, mendapat pasokan narkoba jenis shabu dari AW, memesan dari bandar Jakarta langsung dengan memakai jasa kurir dan pengirimannya hingga tiba di Ambon melalui pesawat udara. Dengan sistemnya, barang dikirim atau dilayangkan, setelah habis baru diberikan uangnya. Jika demikian, artinya bandara di Jakarta kecolongan sehingga barang haram ini bisa lolos ke Ambon, Maluku.

Untuk barang bukti (BB) yang berhasil diamankan anggota dari tersangka dan dua kawannya berinisial RH (32) dan TM (32) diakui Thein, seluruhnya memiliki berat 100 gram, dengan 1 gram dijual disini (Ambon, Maluku-red) Rp 2,5 juta jadi totalnya Rp 250 juta. Artinya 1 gram sesuai keterangan tersangka MP, bisa dipakai 4-5 orang. Dengan total 100 gram maka 400-500 orang yang bisa terjerumus. Namun dengan adanya penangkapan ini, 400-500 orang bisa dislamatkan.

“Setelah barangnya didapat, langsung MP menjual kepada konsumen. Konsumen inilah yang belum diketahui, karena nanti dilakukan pengembangan oleh Ditresnarkoba. Berdasarkan keterangan MP, dirinya sudah pakai narkoba sejak 2016. Untuk pemeriksaan urine terhadap ketiga tersangka MP,TM dan RH, hasilnya ketiganya positif narkoba. Namun, untuk tersangka AW belum bisa ditampilkan polisi karena masih lakukan pengembangan,” tegas pemilik tiga melati emas di pundak itu.

Ditanya kemungkinan Bripka MP dipecat sebagai anggota Polri, pasca pengungkapan kasus narkoba terbesar ini, dia mengaku itu persoalan nanti yang tetap akan diproses. “Itu nantilah. Kita akan proses. Tapi yang pasti kalau sudah kena persoalan ini, apalagi bandar kita ajukan untuk pecat. Kalo kita lindungi oknum polisi itu, tidak mungkin kita tampilkan dalam gelar perkara ini. Itu saja logikanya. Kalau kita punya anggota saja ditampilkan, apalagi yang lain, masa katong perlu lindungi. Tidak mungkin. Hilangkan perasaan itu,” ujar Thein yang turut diamini Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol M. Roem Ohoirat.

Disinggung tentang TKP penggerebekan tiga tersangka di rumah dinas untuk pesta narkoba, apakah karena para tersangka merasa nyaman dan sulit terdeteksi atau dimasuki polisi, Thein mengaku mungkin saja. Namun kalau sudah ada tindak pidana dimanapun tetap dimasuki polisi, hanya dengan cara berbeda-beda. “Mungkin saja. Tapi kalau sudah ada tindak pidana dimanapun tetap polisi masuk, hanya caranya saja bagaimana masuki suatu tempat,” tutupnya. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *