by

Momentum Pemulihan Ekonomi Tidak Tergantung Pada Besar Anggaran Semata

-Opini-733 views

Oleh Fransina Natalia Mahudin
(Bendahara Umum GMKI MB 2018-2020)

AMBON,MRNews.com,- Capaian Ekonomi Indonesia pada triwulan I tahun 2020 menunjukan tekanan mendalam merosot ke angka 2,97 persen, melambat dibanding capaian triwulan 4 tahun 2019 pada level 4,97 persen.

Badan Pusat Statistik (2020). Penurunan kinerja sektor-sektor penunjang seperti sektor pariwisata dan akomodasi, makanan, minuman, transportasi, sektor pengolahan turut berpengaruh terhadap merosotnya kinerja ekonomi domestik. Guncangan yang mendalam terhadap kesehatan ekonomi nasional ini dapat dilihat dari sisi permintaan (demand shock) dan sisi penawaran (supply shock).

Momentum pemulihan ekonomi tentunya bergantung pada desain respond kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah. Kebijakan yang dilakukan harus dapat memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi masa dan pasca pandemi covid 19.

Keterbatasan ruang fiskal dalam masa krisis saat ini menjadi tantangan tersendiri baik dari alokasi anggaran serta perumusan kebijakan yang benar-benar tepat sasaran sehingga menjadi mesin pendorong pemulihan ekonomi atapun keadaan sebaliknya.

Kebijakan refocusing anggaran belanja negara yang ditujukan untuk mendorong proses pemulihan atau menjaga stabilitas perekonomian harus lebih optimal dan tepat sasaran untuk memberikan efek pertumbuhan dan perbaikan.

Dengan digelontorkannya anggaran yang besar dari APBN diharapkan menjadi stimulus yang efektif dan efisien dalam proses recovery bukan hanya sebatas jumlah nominal yang besar tetapi mampu disalurkan dengan cepat dan tepat.

Kesehatan masyarakat berperan vital dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara, semakin lama penyebaran dan penanganan semakin memperburuk kondisi ekonomi domestik. Pendanaan seharusnya difokuskan pada kebijakan yang dapat mencegah peningkatan penularan atau menekan penyebaran bukan hanya kebijakan yang bersifat penanganan.

Untuk meningkatkan kinerja sisi permintaan, program social safety net juga diluncurkan terutama bagi masyarakat rentan dan berpenghasilan rendah, seperti bantuan pangan (sembako), Bantuan Langsung Tunai (BLT), subsidi listrik, dan tunjangan prakerja yang langsung menyentuh kehidupan vital masyarakat.

Tetapi menuai polemik dari sisi penerimaan manfaaat, asas keadilan dan merata, mekanisme dan waktu penyaluran yang masih menjadi kendala terbesar dalam penerapan kebijakan pengamanan sosial yang dilakukan pemerintah dalam masa pandemi yang berimplikasi terhadap daya dorong beli masyarakat.

Akurasi dan validasi data sangat dibutuhkan dalam memberikan bantuan UMKM, terutama dalam menjangkau rumah–rumah produksi yang sering luput dalam pendaftaran adminstrasi pemerintah dan perbankan, karena banyak usaha kecil mikro yang dikelola secara swadaya oleh rumah tangga yang juga memiliki daya dorong tersendiri bagi pertumbuhan ekonomi dan sangat terdampak saat ini.

Pola pendekatan kebijakan terhadap sektor UMKM pada saat tekanan pandemi diluar dari bantuan modal dan relaksasi kredit pemerintah perlu melakukan intervensi dalam mempertahankan pangsa pasar dan jalur distribusi dan masih terdapat catatan dan evaluasi atas kebijakan lainnya yang dilakukan oleh pemerintah saat ini.

Untuk mengejar progres pemulihan ekonomi akibat ancaman pandemi covid 19 dibutuhkan rancangan kebijakan ekonomi yang tepat bukan hanya dari sisi alokasi anggaran tetapi sisi efektivitas dan kecepatan penyaluran.

Idealnya kebijakan yang harus diambil pemerintah untuk mengurangi dan membenahi keterpurukan serta menjaga momentum pertumbuhan dan stabilitas perekonomian. Pemerintah lebih baik memprioritaskan kebijakan membantu sisi permintaan terlebih dahulu tetapi tidak mengesampingkan sektor kesehatan.

Peningkatan kualitas dan pelaksanaan kebijakan akan mencegah atau meminimalisir dampak krisis yang tidak terakumulasi sehingga upaya memperbaiki ekonomi tidak makin berat ketika tekanan covid 19 berakhir.

Kebijakan fiskal dan finansial harus dirancang untuk menjaga tekanan di sistem ekonomi, dengan begitu dampak pandemi terhadap ekonomi diharapkan tidak terjadi dalam jangka panjang setidaknya kembali pada baseline sebelum pandemi. (**)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed