by

Minta Maaf ke Mama-mama Papalele, Walikota Bebastugaskan Oknum Satgas Covid-19 Kota Ambon

AMBON,MRNews.com,– Pasca viralnya video oknum Satgas Covid 19 Kota Ambon yang memberhentikan, memberi teguran, serta sanksi sosial atas pelanggaran disiplin protokol kesehatan terhadap mama-mama penjual ikan (papalele) yang melintas didepan Pelabuhan Rakyat Enrico, Jumat (9/7), sikap tegas langsung diambil Walikota Ambon Richard Louhenapessy.

Pasalnya video tersebut menuai protes keras dari warganet. Dalam postingan yang ramai dishare/dibagikan kembali pada platform media sosial seperti FB, Instagram, atau WA, rata–rata warganet di Ambon mengecam oknum satgas yang dinilai tidak menghormati dan menghargai mama-mama Papalele tersebut.

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon lewat juru bicara Satgas Covid 19 Joy Adriaansz menyatakan, Walikota dan Satgas telah menggelar pertemuan, Sabtu (10/7) siang dengan mengundang mama-mama Papalele melalui zoom meeting untuk meminta maaf secara langsung atas kejadian tersebut.

Permohonan maaf juga disampaikan kepada seluruh masyarakat dan warganet, atas peristiwa yang viral tersebut.

“Walikota atas nama Pemkot, Satgas Covid 19, telah bertemu mama-mama Papalele melalui zoom meeting dan meminta maaf yang sebesar–besarnya, juga kepada semua masyarakat kota Ambon dan warganet yang terusik dengan kejadian tersebut,” ungkap Joy via pesan WhatsApp, Sabtu (10/7).

Pada kesempatan tersebut, mama-mama Papalele juga menyampaikan permohonan maafnya kepada Pemerintah kota dan Satgas Covid 19 Kota Ambon atas pelanggaran protokol kesehatan (Prokes) yang dilakukan.

“Selain minta maaf, mama-mama Papalele juga berjanji untuk lebih disiplin lagi dalam penerapan protokol kesehatan kedepan, baik memakai masker maupun menjaga jarak di mobil,” jelas Joy.

Dikatakan, Walikota bersama tim Satgas Covid-19 Kota Ambon turut menyayangkan adanya peristiwa tersebut. Sebagai tindakan tegas, oknum Satgas yang membentak dalam video tersebut telah ditegur dan dibebastugaskan sementara guna mendapat pembinaan.

“Yang bersangkutan saat ini sudah dibebastugaskan dan mendapatkan pembinaan,” singkatnya.

Peristiwa ini sebut Joy, akan dijadikan bahan evaluasi dan koreksi terhadap kinerja Satgas Covid-19 di lapangan agar dapat bertindak secara proporsional. Dirinya pun berharap peristiwa ini tidak dijadikan polemik yang berkepanjangan.

“Walikota atas nama Pemkot dan Satgas Covid-19, memberi apresiasi kepada warganet atas kritikan yang diberikan. Tentu hal ini akan kita perhatikan dan menjadi bahan evaluasi kita kedepan,” tegasnya.

Diakui Joy, sanksi sosial yang diberlakukan sebenarnya bukanlah hal baru. Bahwa sanksi diluar sanksi administratif, seperti push-up atau bernyanyi, diterapkan semata–mata untuk memberi efek jera bagi masyarakat yang tidak disiplin Prokes saat PKM, PSBB, PSBB transisi, hingga PPKM Mikro saat ini.

“Walikota sendiri dalam arahan saat apel konsolidasi Satgas Covid-19 awal pekan ini menyatakan, pengawasan Satgas dalam PPKM Mikro harus lebih tegas, bukan berarti kasar, serta kedepankan persuasif, bukan tindakan emosional. Ini semua dilakukan demi kebaikan dan keselamatan masyarakat Ambon sendiri,” pungkasnya. (MR-02/MC)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed