Minimalisir Kesalahan, SPI & Pengelola Keuangan Diperkuat Kapasitas

AMBON,MRNews.com,- Guna meminimalisir kesalahan dan kekurangan yang masih terjadi dalam penyusunan program dan anggaran serta pelaporan keuangan negara pada Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, Satuan Pengawasan Internal (SPI) sebagai badan yang bertugas melakukan audit, analisis, pengawasan, pemeriksaan, pengujian terhadap unit kerja berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan dan laporan yang bersentuhan langsung dengan penggunaan uang negara, serta para pengelola kegiatan uang negara perlu diperkuat kapasitas melalui bimbingan teknis (Bimtek).

“Bimtek ini dimaksudkan supaya dari hari ke hari semakin diminimalisir kesalahan dan kekurangan-kekurangan dalam pengelolaan keuangan negara oleh para pejabat yang mengelola kegiatan atau mengelola uang negara,” ujar Rektor IAKN Ambon Dr A.Ch. Kakiay saat membuka Bimtek penguatan SPI IAKN Ambon di Pacific Hotel, Sabtu (2/11/19). Narasumber dalam Bimtek yakni Syarif Syahrir Malle selaku tim penyusun pedoman preventif audit PTKIN yang juga SPI UIN Allaudin Makassar serta Ahmad Muklis auditor di lingkup PTKIN sekaligus sekretaris SPI UIN Malang.

Bimtek melibatkan semua pejabat yang mengelola kegiatan, uang negara itu juga sebut Kakiay, bertujuan agar mereka semakin lebih paham prosedur pengawasan yang dilakukan SPI di kampus IAKN Ambon mulai dari perencanaan. Sebab dari mereka punya term of reference (TOR) kegiatan dan rancangan anggaran belanja (RAB) sudah harus diperiksa oleh SPI. Karena SPI mengawasi pelaksanaannya dan kemudian pelaporan.

“Memang, untuk IAKN sendiri semakin hari semakin baik, walaupun demikian masih ada perbedaan tafsir terhadap aturan. Karena itu perlu penguatan dari auditor atau narasumber agar pelaksanaan dan pelaporan keuangan negara oleh unit kerja tertanggungjawab dan pemahaman terhadap peraturan keuangan berada pada level yang sama,” ungkapnya.

Memang diakui Kakiay, dalam aspek pelaksanaan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan sering ada perbedaan karena juga berbeda menafsir aturan. Maka Bimtek ini penting sebab guna meminimalisir mall administrasi dan pelaporan keuangan lebih baik kedepan.

“Kadang peraturan bilang ini tapi penafsiran beragam bahwa ini boleh, ini tidak boleh. Jadi dengan cara ini semakin mengurangi perbedaan tafsir dan setiap unit kerja punya rujukan yang sama. Pokoknya tujuan akhirnya agar bisa mengelola keuangan lebih bertanggungjawab,” beber Kakiay.

Sementara ketua panitia Bimtek Dr Herly Lesilolo katakan, unsur yang paling perhatian adalah akibat ketidakpatuhan terhadap Undang-undang dapat mengakibatkan penyimpangan administrasi, ketidakematan, ketidakefisienan dan ketidakefektifan sehingga pastinya ada temuan. Temuan yang nantinya jadi pertimbangan BPK dalam memberikan opini atas kewajaran penyajian laporan keuangan.

“Lewat Bimtekyang dihadiri 52 orang ini harapnnya SPI dapat menjadi mitra strategis dalam melakukan penyusunan program dan anggaran serta laporan keuangan,” tukasnya. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *