by

Meski Dihantam Pandemi, Izin Usaha di Ambon Meningkat Drastis

AMBON,MRNews.com,- Meski diancam pandemi Covid-19 kurang lebih 6 bulan, namun perizinan usaha di Kota Ambon tidak terpengaruh karena meningkat drastis.

“1 hari saja, dinas bisa keluarkan izin hingga 100-an, baik izin baru maupun perpanjangan izin usaha,” ujar kepala dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP) kota Ambon Fernanda Louhenapessy kepada media ini di Balaikota, Kamis (3/9).

Dinas juga diakui Nanda, dalam pelayanan perizinan usaha kepada masyarakat tetap memperhatikan protokol kesehatan mulai dari atur jarak, pakai masker dan handsanitizer serta dibatasi jam pelayanan.

“Mulai dari jam 10-12 siang penerimaan berkas, tapi kalau mau pengambilan izin bisa dari jam 10 – 2 siang. Nanti kalau kondisi sudah normal, baru kita kembali lagi seperti biasanya dengan jam pelayanan tetap sama saat ini,” tuturnya.

Dikatakan, ijin usaha yang paling banyak dikeluarkan ialah disektor perdagangan jasa. Sementara yang lain seperti sumberdaya alam disesuaikan dengan karakteristik dan potensi kota Ambon. Termasuk pula, izin membuka Indomaret dan Alfamidi juga masih diberikan.

“Tetap jalan. Ada tambah lagii. Sudah sekitar 40-an. Kita punya progress itu saat kondisi normal. Tapi ketika pandemi, kita sesuaikan dengan situasi. Tapi itu cuma beberapa waktu, yang sekarang dia menunggu, tetap diselesaikan perizinannya. Perdagangan jasa seperti jasa konstruksi, perhubungan, perhotelan tetap jalan, semua jalan biasa,” bebernya.

Untuk ijin baru selain bidang perdagangan seperti toko modern Alfamidi, Indomaret dan lainnya tidak ada. Sementara investasi besar yang PMBN, harus mendapat persetujuan dari pemerintah kota sesuai bidang usaha atau sektor yang digeluti. Tapi jika itu penanaman modal asing, pelaku usaha harus melalui pemerintah pusat.

“Di Ambon, tidak ada perusahaan asing. Untuk investor lokal skala besar yang izinnya dikeluarkan pertengahan tahun yaitu PMA-nya Cottage di Negeri Seilale Kecamatan Nusaniwe. Selain itu tidak ada. Memang ada rencana, cuma baru peninjauan dari pengusaha Chinese di desa Hukurila untuk usaha Ecotourism. Tapi itu baru penjajakan,” tandas Nanda.

Sederhananya, biar pandemi tambah dia, tetapi ekonomi harus tetap berputar.

“Biar bagaimanapun katong harus picah otak agar ekonomi tetap tumbuh baik, disesuaikan dengan protokol kesehatan agar masyarakat bisa terlayani kepentingan perizinan usahanya,” demikian Nanda. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed