Mengungsi ke Hutan, Warga Tihulale Butuh Bantuan Medis

SBB, MRNews.com,- Sama halnya dengan masyarakat Negeri Latu, warga Tihulale Kecamatan Amalatu Kabupatan Seram Bagian Barat (SBB) juga mengungsi ke hutan sudah empat hari akibat Gempabumi yang terjadi pada 26 September 2019. Namun, hingga kini belum juga ada satupun bantuan dari pemerintah daerah setempat yang berusaha disodorkan kepada warga disana. Padahal mereka sangat membutuhkan bantuan medis baik berupa obat-obatan maupun tenaga medis sebab terkenda dampak gempa.

Pasalnya karena kondisi hujan dan dingin di alam terbuka. Apalagi banyak bayi, anak kecil, ibu hamil, orang sakit maupun orang tua lanjut usia (Lansia) mayoritas ikut meninggalkan desanya dan bertahan di tengah hutan sementara waktu. Mereka pun dibekali tenda darurat dan peralatan seadanya. Perhatian tak ada, padahal seluruh warga yang mendiami negeri mengungsi.

“Hingga hari ini, banyak warga yang kondisi kesehatannya mulai menurun. Sementara, obat-obatan sangat minim bahkan sulit ditemukan. Kami sangat memerlukan bantuan medis berupa tenaga perawat dan obat-obatan. Itu kebutuhan mendesak sebab banyak bayi, anak kecil, Lansia, ibu hamil bahkan orang sakit yang butuh penanganan,” tukas Nelson Labetubun, salah satu warga kepada media ini via seluler, Minggu (29/9/19).

Selain bantuan medis, sebutnya, masyarakat juga berharap adanya terpal dan logistik terutama untuk anak kecil dan bayi seperti kelambu, pampers dan biskuit. Serta makanan siap saji. “Pemerintah belum ada perhatian ke kita di kecamatan Amalatu. Hanya memperhatikan yang dekat dengan kantor Bupati atau ibukota kabupaten. Padahal kita juga kena dampak langsung bencana dan masyarakat takut untuk kembali,” jelasnya.

Dengan adanya bencana ini, maka bisa dilihat Pemerintah Kabupaten SBB, sangat tidak perduli kepada masyarakat. “Kalau saja mereka itu pro rakyat, sudah pasti warga tidak akan mengeluh seperti ini. Sudah hari ke-empat warga di hutan, pemerintah hanya tinggal diam, ” ujarnya kecewa. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *