by

Mengabdi Kepada Masyarakat Ditengah Badai Covid-19

-Maluku-132 views

AMBON,MRNews.com,- Meski pandemic Covid-19 masih melanda bumi seribu pulau bahkan telah menelan korban jiwa, namun sebagai seorang dosen yang adalah pendidik di Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura Ambon tetap dituntut melaksanakan tridharma-nya melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat tanpa mengabaikan protokoler Covid-19.

Dr Fransina Latumahina, S.Hut,MP selaku ketua tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) melaksanakan kegiatan penyuluhan bagi kelompok tani SPIRIT di desa Liliboi Kecamatan Leihitu Barat Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (16/7).

Penyuluhan bagi kelompok tani ini merupakan rangkaian kegiatan PKM yang didanai oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia (Kemenristek/BRIN) kepada para dosen yang lolos seleksi proposal SIMLITBMAS tiap tahunnya.

Kegiatan penyuluhan yang dihadiri 12 anggota kelompok mengambil tema pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai biopestisida nabati untuk pengendalian hama rayap pada pembibitan cengkeh dan pala yang dikelola kelompok tani SPIRIT di desa Liliboi.

Seperti diketahui, pembibitan pala dan cengkeh yang dikelola Semi Hetharion bersama anggota kelompoknya dalam tiga tahun terakhir mengalami serangan rayap tanah dan mereka mengalami kesulitan untuk pengendaliannya.

“Kami selama ini selalu menggunakan insektisida yang dibeli dari toko tani namun harganya sangat mahal dan menyulitkan kami. Untunglah kehadiran para dosen ini sangat membantu kami dengan mengajarkan bagaimana menggunakan bahan dialam sebagai obat pembunuh hama,” kata Hetharion ketua kelompok tani SPIRIT lewat rilis yang didapat MRNews.com, Minggu (19/7).

Sementara, Latumahina mengaku, kegiatan penyuluhan itu bertujuan untuk penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang perlindungan tanaman bagi para petani hutan, sehingga mereka dibekali dengan teori–teori terkait pengenalan hama yang menyerang pala dan cengkeh hingga bagaimana mengendalikannya.

Selain Latumahina, dua rekannya Dr Marthina Tjoa, MP dan Ir Jhon Patty MP, penyuluh pertanian turut menjadi narasumber pada kegiatan penyuluhan itu.

Penyuluhan akan dilanjutkan dengan pemberian praktek tentang bagaimana membuat Pestisida Nabati dari tanaman sirsak, sereh dan daun pepaya untuk pengendalian rayap bulan Agustus mendatang. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed