by

Mendikbud Baru; Harapan Baru Menatap Pendidikan Maluku

(oleh Reyndy Manaha, Pemerhati Pendidikan)

AMBON,MRNews.com,- Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi target dan faktor utama agar negara itu bisa mencapai kemajuan. Untuk itu negara harus fokus pada tujuan memaksimalkan kemajuan pendidikan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Maksud memaksimalkan pendidikan, maka negara menghadirkan figur muda yang energik seperti bapak Nadiem Makarim, yang dipercayakan menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

Sebagai orang muda, saya dan kita semua tentu sangat setuju dengan dengan kehadiran mantan CEO Go-Jek yang jadi nakhoda di kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud). Sebab orang muda punya inovasi dan gebrakan yang luar biasa dalam menentukan kebijakan.

Untuk itu yang menjadi perhatian serius dalam mencapai Indonesia maju yang dicita-citakan maka tantangan berat yang dihadapi bapak menteri yaitu memaksimalkan kemajuan pendidikan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, termasuk di Provinsi Maluku.

Hal utama yang harus menjadi perhatian bapak menteri di sektor pendidikan adalah menyelesaikan masalah ketimpangan pendidikan di daerah kepulauan dan daerah perbatasan yang adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mengamati kondisi pendidikan di Indonesia saat ini, sulit untuk digambarkan secara umum situasi yang sebenarnya. Namun dilihat sekilas bahwa pusat perhatian pemeritah lebih fokus pada pendidikan di wilayah barat Indonesia.

Dimana dampak postif yang dirasakan ketika perhatian bagi pendidikan wilayah barat Indonesia lebih maju, kenyatan terjadi ketika sekolah-sekolah disana sudah sangat mapan dalam hal fasilitas dan kualitas. Segala proses pembelajaran dijalankan dengan nyaman dan mudah sehingga dapat menghasilkan murid yang berkualitas. Tetapi ketika kita melihat kondisi pendidikan di wilayah Timur Indonesia daerah kepulauan perbatasan, berbanding terbalik dengan wilayah barat.

Ini fakta sosial yang dialami oleh daerah-daerah wilayah timur Indonesia misalnya Maluku. Seakan ibu pertiwi itu buta, tidak melihat kondisi ketimpangan keterpurukan pendidikan yang dialami oleh daerah Maluku sebagai daerah kepulauan dan daerah perbatasan dengan negara tetangga, Timor Leste dan lainnya.

Generasi Indonesia yang beraada di wilayah timur yakni Maluku bernasib sangat malang, kurang mendapat perhatian serius oleh pemrintah pusat yaitu dalam sektor pendidikan. Kualitas pendidikan bermutu yang diinginkan masyarakat Maluku hanya mimpi di siang bolong karena keadaan yang terjadi pada sektor pendidikan sangat memprihatinkan.

Seperti yang terjadi di daerah kepulauaan perbatasan di daerah Maluku, kabupaten Maluku Barat Daya; kepulauan Wetar, kepulauan Romang, Kepulauan Dai. Lalu Kabupaten Kepulauan Tanimbar; Kepulauan Seira, Kepulauan Molo Maru dan juga Kabupaten Seram Bagian Timur; daerah Kilmury. Keterbatasan fasilitas seperti sekolah yang tidak nyaman untuk belajar di kelas, perpustakaan tidak memadai, kekurangan tenaga pengajar atau guru, bahakan ada yang terjadi 1 orang guru mengajar pada tiga mata pelajaran.

Itulah potret pendidikan yang terjadi di Maluku daerah kepulauan yang berbatas langsung dengan negara lain. Tentu, ini sangat bertentangan dengan konstitusi sesuai pasal 34 UUD 1945 yang menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan dan pengajaran. Artinya, baik anak-anak di daerah wilayah barat Indonesia, maupun anak-anak di Timur Indonesia daerah kepulauan dan daerah perbatasan mempunyai hak sama, yaitu sama-sama mendapatkan pendidikan yang berkualitas.

Dengan demikian, harapan kepada bapak menteri agar tidak menutup mata kepada persoalan pendidikan di wilayah Timur Indonesia lebih khusus Maluku. Sekiranya bapak menteri bisa menjangkau dan memperbaiki keadaan ketimpangan dan keterpurukan pendidikan di daerah Timur Indonesia termasuk Maluku yang adalah daerah kepulauan dan perbatasan. Sebab kami provinsi Maluku juga bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (**)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed