by

Masker Dibatasi, Dinkes Diminta Monitor Apotek & Toko Obat

-Kota Ambon-206 views

AMBON,MRNews.com,- Virus corona sudah masuk ke Indonesia dengan dua orang warga positif. Dampaknya kebutuhan masker hampir di semua daerah termasuk Kota Ambon juga meningkat, sampai dibatasi pembelian oleh apotek dan toko obat karena terus diserbu masyarakat. Kabarnya kini habis di pasaran.

Terhadap itu, Sekretaris Komisi I DPRD Kota Ambon Saidna Azhar Bin Tahir meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk intens memantau dan memonitoring semua apotek dan toko obat agar stok masker tetap tersedia dan tidak dibatasi penjualan karena dibutuhkan masyarakat sebagai upaya antisipasi virus corona.

“Memang kebutuhan masker di Kota Ambon pasca adanya virus corona yang masuk ke Indonesia itu meningkat. Info pembatasan saya belum tahu. Tapi kami meminta Dinkes agar memantau dan memonitor semua toko obat dan apotek yang menjual masker, agar jangan mempersulit masyarakat mendapat masker dan hand santiser,” jelasnya kepada media ini via WhatsApp, Rabu (4/3/2020).

Pasalnya kata Saidna, baik apotek maupun toko obat harus menghargai hak konsumen. Yang juga berhak untuk mendapat sesuatu yang ingin dimiliki. Pasalnya virus corona ini merupakan sebuah kasus yang serius hari ini dan membuat masyarakat resah sehingga butuh langkah antisipasi dan perlunya proteksi diri.

Dirinya lantas mengingatkan apotek dan toko obat yang menjual masker agar tidak menaikkan harga selangit sehingga sulit dijangkau masyarakat apalagi melakukan penimbunan demi kepentingan pribadi. Sebab jika hal yang kedua terjadi, jelas bagian dari pelanggaran hukum dan perlu diproses.

“Masyarakat khan pasti ingin mendapat masker dengan mudah dan harganya terjangkau. Tapi dengan kondisi yang ada, jika nanti kita ditemukan adanya penimbunan atau menaikkan harga masker tak rasional maka kita komisi akan melakukan langkah-langkah. Tentunya akan kita proses baik secara administratif maupun hukum,” tegas politisi PKS.

Saidna mengharapkan pemerintah serius menangani isu ini dengan intens melakukan langkah antisipatif dan preventif yang dapat menenangkan hati masyarakat. Karena kecemasan dan kepanikan tidak terhindarkan.

“Masyarakat tidak bisa kita bilang jangan panik karena virus corona sudah jadi isu global. Saat ini tugasnya pemerintah bagaimana memberi rasa nyaman terhadap masyarakat. Tentu bisa dengan terus mengajak masyarakat utamakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Sebab mencegah virus, dimulai dari diri sendiri dengan PHBS itu,” demikian Saidna. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed