by

Masih Kekurangan Alat Gembok Mobil Parkir Nginap

-Kota Ambon-304 views

AMBON,MRNews.com,- Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon Robby Sapulette mengaku, saat ini alat gembok yang dimiliki Dishub hanya berjumlah 20 buah. Dengan jumlah tersebut, pihaknya belum bisa maksimal dalam melakukan penertiban parkir nginap pada sejumlah badan jalan yang diberlakukan.

Kekurangan itu sudah disampaikan kepada komisi III DPRD Kota Ambon, untuk bisa disikapi penambahan alat gembok. Untuk memenuhi target Dishub di tahun ini. Yakni seluruh parkiran bisa lebih tertib dan bebas dari parkiran nginap.

“Kalau kita hanya gunakan 20 gembok, lalu misalnya yang parkir nginap ada 30 unit mobil maka kita hanya mampu gembok 20 mobil. Karena memang kita kekurangan alat gembok. Dan sudah kita sampaikan ke komisi perlu ditambah 30 alat gembok lagi. Karena Dishub butuh 50 gembok, sehingga lebih tertib lagi,” tandas Sapulette kepada media ini di Ambon, Rabu (5/2).

Sebelumnya, kata dia, sosialisasi terhadap larangan parkiran nginap sudah dilakukan oleh pihak Dishub Kota Ambon. Bahkan masyarakat juga dihimbau lewat sejumlah traffic light (lampu lalu lintas) yang ada. Sebab sasarannya adalah penertiban. Dengan pemberlakuan penggembokan dari jam 4 sampai 5 pagi.

“Kita pantau dulu dari jam 10 malam sampai jam 2 pagi. Yang ditertibkan parkiran nginap saja. Tidak bisa datang langsung gembok, Perlu pantau dulu ruas jalan target penertiban. Sampai waktunya ada kendaraan parkir nginap langsung digembok. Selanjutnya pemilik kendaraan berurusan dengan Dishub. Sanksinya sesuai Perwali dan Perda nomor 5 tahun 2011, dikenakan cas Rp 500 ribu,” bebernya.

Sapulette menambahkan, sampai dengan kemarin sudah dilakukan penggembokan terhadap 60 unit mobil yang melakukan parkir nginap di beberapa badan jalan. Hal tersebut, bukan sekedar mengejar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Ambon, melainkan dengan target untuk penertiban parkir.

“Kalau disesuaikan dengan kemampuan gembok kita, sudah 60 mobil yang digembok. Target anggaran tidak, tapi targetnya tertib. Jadi bukan PAD, tapi tertib parkir. Kalau memang ada peningkatan PAD, maka itu merupakan kelalaian dari pemilik kendaraan,” tutupnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed