by

Marak Perkara Narkoba di Maluku,Polisi Diduga Lalai Tegakan Hukum

AMBON,MR.-Pihak Kepolisian Daerah Polda Maluku maupun seluruh  Polres di wilayah Kabupaten dan Kota di Provinsi Maluku dinilai gagal dalam memberantas tindak pidana Narkotika.

Bagaimana tidak! hampir saban hari perkara jenis narkoba yang bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Ambon dan disidangkan  hingga jenjang putusan Pengadilan namun tetap tidak membawakan satu kepastian hukum yang signifikan dalam memberantas tindak pidana Narkoba yang dirasakan masyarakat Maluku.

Riskannya  fakta sidang membuktikan oknum yang dikategorikan masuk terdakwa misalnya bersama-sama dengan rekannya pengedar dan pemakai narkoba lalu terdakwa diproses sementara teman-temannya  dalam pengejaran pihak  penegak hukum yang dilampirkan dalam berkas perkara bersamaan dan  menerangkan orang itu sedang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO),sayangnya terkesan kabar pelaku DPO itu bungkam ditangan Polisi.

Sementara setelah ditelusuri media ini di PN Ambon, oknum pelaku DPO tersebut sebagian besar perkaranya tidak ada langkah  hukum yang diprogres pihak kepolisian sementara terdakwa yang menjalani sidang harus pasrah,tenang lalu dikawal hingga kasusnya mendapat kepastian hukum tetap dan digiring masuk Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)  Kelas II A Ambon.dari hal tersebut bisa dikatakan pihak kepolisian sementara mengkaderkan pelaku narkoba dimana-mana karena lalai  dalam menangkap oknum-oknum tersebut.

Menyikapi hal dimaksud  ketika dikonfirmasi Humas Pengadilan Negeri Ambon Hery Setiobudy membenarkannya.menurutnya  selama ini yang terjadi dalam penanganan kasus narkoba ketika dalam persidangan yang menjadi saksi itu hanya sebatas tiga atau empat orang.setelah itu kasus tersebut divonis hakim. Belakangan ketika ditelusuri sebenarnya ada yang janggal.

“Jadi perlu saya katakan selama ini pemeriksaan kasus narkoba dalam persidangan saksinya hanya sebatas  tiga atau empat  orang langsung putusan.baru yang menjadi saksi itu pihak-pihak yang hanya melakukan penangkapan.bagi saya sah saja tapi belum bisa membuktikan secara komprehensif tugas kita sebagai seorang penegak hukum dalam memberantas narkoba dengan baik,karena  penyidik tidak mampu menjejaki dari mana asal barang haram tersebut,lalu hanya sebatas menangkap  pemakai,pengedar narkoba semata,”Kata Hery Setiobudy kepada Mimbar Rakyat diruang Kerjanya Kamis kemarin.

Setiobudy melanjutkan Semestinya ada upaya berlanjut yang dikawal terus pihak Kepolisian dalam menangkap para pelaku yang masuk dalam DPO itu sehingga tidak terkesan janggal.karena masalah ini marak sekali masyarakat pengguna narkoba lebih banyak dari jenis perkara lainnya.

“Selama ini marak  perkara narkoba yang disidangkan di PN Ambon, diikuti dengan perkara cinabar,hanya saja perkara narkoba itu tidak bisa tuntas jika pelaku-pelaku yang jadi DPO itu merajalela  dan  belum ditangkap pasti saja sidang narkoba ini semakin banyak dan tidak tuntas,”Imbuhnya.

Ketidak konsistennya Polisi lanjutnya akan berdampak  buruk terhadap kalangan masyarakat terkait penegakan supremasi hukum di Negeri ini.Apalagi jika terdakwa yang divonis kemudian rekannya yang masih DPO itu kabarnya hilang ditelan bumi.maka dipastikan baginya sudah tidak adil dan menjadi tanda tanya bagi terdakwa itu sendiri.

“Coba ikuti saja banyak perkara narkoba yang diduga seperti itu.disisi lain dipertanyakan ini ada apa,”Kesal Hery yang juga hakim perdata PN Ambon  itu.

Muda-mudahan kedepan tambahnya ada kejelihan pihak-pihak yang menangani perkara narkoba ini.lantas hakim itu tidak ada kewenangan mengintervensi hingga ke tingkat penyidik.

“Hakim hanya bisa menilai dari fakta sidang  dan memutuskan perkara jika tidak ada hal yang janggal dalam persidangan kalau soal penanganan perkara seperti itu ada diranah penyidik.muda-mudahan kedepan penanganan kasus Narkoba bisa dievaluasi.sehingga orang yang terlibat narkoba dalam DPO itu bisa ditangkap hingga proses hukum.jangan ada penilaian penegakan hukum itu tebang pilih maupun tidak mampu berantas kasus narkoba dan juga kasus-kasus lainnya di daerah ini,”Pungkasnya.(MR-07).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed