by

Maluku Rawan Gempa & Tsunami, BPBD Libatkan Brunnel University & BRIN Latihan Kesiapsiagaan

AMBON,MRNews.com,- Maluku merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang rawan bencana gempabumi dan tsunami. Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku melibatkan Brunnel University London dan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) untuk melakukan latihan kesiapsiagaan kepada stakeholder terkait.

Namun, sebelum latihan dilakukan besoknya, digelar lebih dahulu Table Top Exercise terhadap ancaman gempabumi dan tsunami, Jumat (15/10/21) di Hotel Amaris, Ambon.

Ketua panitia pelaksana Table Top Exercise (TTX) Jhon Hursepuny katakan, TTX ini
termasuk bagian kegiatan Building Earthquake and Tsunami Resilience in East Indonesia yang dijalankan BPBD Maluku, BRIN dan Brunel University London.

Tujuan TTX ini sebutnya, untuk memvalidasi, menguji dan mengevaluasi kebijakan, rencana, prosedur, peran dan tanggungjawab, memperjelas peran dan tanggungjawab, meningkatkan koordinasi dan komunikasi, mengidentifikasi permasalahan dengan metode diskusi serta sebagai dasar menuju latihan selanjutnya.

“Narasumber kegiatan TTX ini yakni Dr Eng Muhammad Zain Tuakia, Dr Fuadi Darwis, Kepala Pelaksana BPBD Maluku, Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Ambon, Radito PS dari BNPB,” beber Hursepuny.

Sementara, Gubernur Maluku Murad Ismail
lewat Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Margareth Samson
katakan, pelatihan ini untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana alam, gempabumi an tsunami yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu.

Apalagi belajar dari sejarah, bencana alam ini pernah terjadi di Maluku hingga menelan korban jiwa.

“Diharapkan lewat kegiatan pelatihan ini, akan memerikan dampak positif sehingga membawa ketangguhan bagi Maluku dalam menghadapi ancaman gempabumi dan tsunami,” tandas Samson saat membuka kegiatan tersebut.

Secara virtual, Kepala Balai Infrastruktur Pelabuhan dan Dinamika Pantai, Widjo Kongko akui, secara historis, Maluku yang terletak di daerah Timur Indonesia menjadi lokasi sumber gempabumi dan tsunami yang cukup besar dan pernah terjadi. Sehingga menjadi dasar dilakukannya pelatihan ini.

“Dalam penanggulangan bencana, latihan merupakan suatu elemen penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan. TTX dapat dilakukan dalam dan diluar ruangan secara terus menerus. Ini yang kemudian bisa membangun kesiapsiagaan kita dalam menghadapi potensi bencana,” terangnya.

Kegiatan ini tambahnya, untuk meningkatkan koordinasi pemerintah daerah dengan lembaga dan instansi teknis terkait agar nantinya dievaluasi sejauh mana kesiapsiagaannya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed